NEWSTICKER
Sebanyak 126 ton produk turunan jagung (Corn Gluten Meal/CGM) ke Vietnam. (Foto: Dok. Kementan)
Sebanyak 126 ton produk turunan jagung (Corn Gluten Meal/CGM) ke Vietnam. (Foto: Dok. Kementan)

Covid-19 Tidak Hambat Ekspor Produk Turunan Jagung ke Vietnam

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 20 Maret 2020 18:15
Cilegon: Indonesia berhasil mengekspor 126 ton produk turunan jagung (Corn Gluten Meal/CGM) ke Vietnam. Hal ini menunjukkan ekspor pertanian masih menunjukkan tren positif di tengah lesunya ekonomi akibat virus korona (covid-19).
 
"Secara teknis ekspornya telah memenuhi persyaratan Vietnam. Kami juga berikan kemudahan dalam pelayanan sertifikasi," ujar Kepala Karantina Pertanian Cilegon Raden Nurcahyo, mengutip pernyataan resminya, di Cilegon, Banten, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Sertifikat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosanitary Certificate (PC) diberikan setelah produk ekspor senilai Rp1 miliar ini melewati proses pemeriksaan dan karantina tumbuhan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian untuk mendorong peningkatan nilai ekspor pertanian dengan memberikan kemudahan dan kecepatan layanan, Karantina Pertanian Cilegon melakukan layanan pemeriksaan di gudang pemilik atau inline inspection.
 
Layanan ini selain untuk mempercepat proses muat barang di pelabuhan atau stuffing, juga untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan. Dengan demikian proses sertifikasi dapat berjalan dengan cepat dan akurat, sehingga dapat meningkatkan daya saing bagi komoditas yang diekspor.
 
Selain Vietnam, komoditas CGM juga banyak diekspor ke Thailand dan India. CGM merupakan limbah jagung dari proses penggilingan jagung secara basah dari jagung yang digunakan dalam industri tepung jagung dan syrup.
 
CGM berbentuk serbuk atau bubuk, dengan warna kuning segar hingga coklat cerah. Umumnya sebagai pakan ternak dengan kandungan energi, protein, asam-amino, xantophyll, vitamin dan mineral, papar Raden.
 
Data sertifikasi ekspor produk ini sepanjang 2019 tercatat sebanyak 5,5 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp22,9 miliar. Namun harus diakui wabah korona sedikit menurunkan volumenya saat ini.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif