Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan). Foto: tangkapan layar dari YouTube/Medcom.id.
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan). Foto: tangkapan layar dari YouTube/Medcom.id.

Erick Gandeng Menlu Pasarkan Produk BUMN ke Luar Negeri

Ekonomi kemenlu Kementerian BUMN
Annisa ayu artanti • 17 Juli 2020 11:10
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggandeng Kementerian Luar Negeri untuk menjadikan BUMN Go Global.
 
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global.
 
Erick mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo Indonesia tidak hanya mengedepankan hubungan politik antar negara, tetapi juga terus mengembangkan dunia usaha secara global, khususnya perusahaan-perusahaan pelat merah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana ke depan Indonesia secara diplomatik tidak hanya fokus di politik tapi bagaimana kita terus mengembangkan footprint daripada dunia usaha," kata Erick di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020.
 
Erick menjelaskan, tujuan BUMN Go Global supaya bisa lebih mudah memasarkan produk-produk buatan Tanah Air yang sebenarnya sudah diakui beberapa negara, seperti vaksin buatan Bio Farma dan peralatan industri pertahanan.
 
"Sebenarnya ada dua tujuan kami, kita coba memasarkan produk BUMN yang sudah diakui beberapa negara," ujarnya.
 
Selain itu, Erick juga menyampaikan, dengan tercapainya BUMN Go Global akan memperbaiki rantai pasok atau supply chain Indonesia.
 
"Tidak cukup itu, BUMN Go Global salah satunya kita ingin berpartisipasi memperbaiki supply chain yang di Indonesia," imbuhnya.
 
Ia berharap Kementerian Luar Negeri bisa membantunya menjembatani tujuan-tujuan tersebut. Secepatnya, Erick dan Retno akan merealisasikan program yang berkaitan dengan tujuan tersebut.
 
"Ingin segera merealisasikan hal-hal yang kita sepakati. Insyaallah manfaat untuk kita semua, manfaat untuk Indonesia dan saatnya Indonesia setara dengan negara lain," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif