ilustrasi. Medcom.id
ilustrasi. Medcom.id

Generasi Muda Dituntut Menjawab Tantangan Ekonomi Digital

Ekonomi teknologi Ekonomi Digital internet of things revolusi industri
Al Abrar • 15 Oktober 2021 22:12
Jakarta: Generasi muda dituntut untuk cakap digital untuk menjawab tantangan pengembangan ekonomi digital. Sudah menjadi satu kewajiban bagi generasi muda untuk cakap dalam literasi digital di era pandemi saat ini. 
 
Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan mengatakan dengan cakap digital, generasi muda memiliki peranan besar dalam kemajuan berbagai sektor di Indonesia. Sehingga dapat lebih memahami penggunaan media digital dengan bijak serta dengan menyuguhkan konten dalam platform media yang bermanfaat.
 
"Kehadiran pandemi dan pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah cara kita beraktifitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita tengah menghadapi era disrupsi teknologi" kata Semuel dalam diskusi Webinar Ngobrol Bareng Legislator, Rabu lalu, 13 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Webinar ini juga membahas mengenai peranan dan kontribusi generasi muda dalam meningkatkan produktivitas di era pandemi dan mengembangkan ekonomi digital.
 
Baca: Pandemi Covid-19 Mempercepat Proses Digitalisasi di Bisnis Asuransi
 
Sementara itu, dalam pengantarnya, Anggota Komisi I DPR,  Rizki Sadig menyampaikan generasi muda dihadapkan dengan situasi, bahwa untuk memahami dan mengoperasikan media komunikasi melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digital. Untuk itu, di era pandemi saat ini untuk memaksimalkan diri karena hampir semua aktivitas sosial dihubungkan dengan media sosial atau media digital. 
 
"Hal ini merupakan sesuatu untuk anak muda yang akan mendominasi populasi di Indonesia," ujar Rizki.
 
Generasi muda inspiratif yang menjadi nara sumber lainnya, Juliana Eva Wati menambahkan tantangan pengembangan ekonomi digital antara lain infrastruktur yang belum merata, koneksi internet belum stabil di berbagai daerah, literasi digital masyarakat yang belum optimal. 
 
"Serta perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang pada tahun 2018 kontribusi perdagangan digital di Indonesia mencapai Rp125 triliun dan diperkirakan akan mencapai 8 kali lipat dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun pada tahun 2030," kata Juliana.

 
(ALB)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif