Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan

Mentan: KUR Picu Kinerja Ekspor Tetap Tumbuh

Ekonomi pertanian kur Kementerian Pertanian berita kementan
Antara • 01 Oktober 2020 08:45
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebutkan kinerja ekspor pertanian terus tumbuh selama masa pandemi covid-19. Hal itu dapat terus terjadi meskipun alokasi anggaran Kementerian Pertanian dalam APBN 2020 dipotong.
 
Syahrul menjelaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan untuk sektor pertanian menjadi pemicu produktivitas tetap berjalan sehingga ekspor masih bisa meningkat.
 
"Dari mana pelompatan ekspor itu. APBN kami dari Rp21 triliun dipotong Rp7 triliun, semua orang merasa bahwa kami turun. APBN kami tetap Rp14 triliun, tapi kami menggunakan dana bank melalui KUR yang ada," kata Mentan, dikutip dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui, anggaran belanja Kementerian Pertanian Tahun 2020 mengalami pemangkasan dari Rp21 triliun, menjadi Rp14,05 triliun setelah adanya kebijakan refocusing dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan covid-19.
 
Adapun realisasi KUR hingga September ini telah mencapai Rp37 triliun, dari target penyaluran KUR oleh Kementan pada tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp50 triliun. Kinerja ekspor pertanian pada periode Agustus 2020 meningkat signifikan, yakni 8,6 persen atau naik menjadi Rp36,5 triliun dibanding periode yang sama pada 2019 yang hanya Rp32,6 triliun.
 
Selain itu, nilai ekspor pertanian Januari-Juli 2020 mencapai Rp225,51 triliun atau meningkat 9,52 persen dibandingkan periode yang sama di 2019 sebesar Rp205,93 triliun. PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q) dan bahkan secara YoY, sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19 persen.
 
Oleh karena itu, Mentan menilai pemberian modal kerja kepada para petani harus terus direalisasikan dengan dukungan manajemen program dan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL).
 
"Penguatan peredaran ekonomi petani melalui modal kerja harus dilakukan. Kita tidak bisa bergantung dari uang pemerintah saja. Saya berharap korporasi-korporasi pertanian digerakkan," pungkas Syahrul.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif