Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok. Kemenko Perekonomian.

Cara Pemerintah agar Inflasi Kembali Normal

Ekonomi Inflasi BPS kementerian perekonomian
Eko Nordiansyah • 22 Oktober 2020 18:56
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rendahnya inflasi memang tak lepas dari tekanan permintaan (demand) karena pandemi covid-19. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia mencatat deflasi.
 
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi secara tahun kalender (year to date) sejak Januari hingga September 2020 adalah 0,89 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year) adalah 1,42 persen.
 
"Kita melihat tingkat inflasi 1,42 persen. Di bawah level yang ditargetkan tiga plus minus satu persen. Tentu ini membuktikan demand terganggu," kata dia dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2020 di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan pemerintah telah menggelontorkan berbagai program perlindungan sosial untuk menjaga demand. Sehingga diharapkan berbagai bantuan sosial (bansos) yang diberikan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa berdampak positif.
 
"Walau pemerintah mendorong perlindungan sosial untuk menjaga demand sebesar Rp203 triliun, banpres produktif Rp36 triliun, subsidi gaji, kartu prakerja Rp20 triliun, diharapkan menjadi faktor pengungkit dari demand shock. Jadi bisa mendapatkan daya beli lebih tinggi," ungkapnya.
 
"Kita lihat ke depan berharap persoalan bukan menjaga inflasi, tapi bagaimana mendorong demand agar inflasi kembali ke level dua atau di bawah tiga persen. Artinya ada pertumbuhan," lanjut dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif