Ilustrasi. Foto: dok. PT KAI
Ilustrasi. Foto: dok. PT KAI

Distribusi 80 Ton Oksigen dari Jakarta ke Surabaya Gunakan Kereta Api

Ekonomi PT KAI penanggulangan covid-19 Industri Oksigen
Suci Sedya Utami • 05 Agustus 2021 15:39
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggratiskan angkutan oksigen milik Kementerian Kesehatan sebanyak 80 ton melalui kereta api dengan rute Stasiun Tanjung Priok, Jakarta menuju Stasiun Kalimas, Surabaya.
 
Keberangkatan Kereta Api tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.
 
Oksigen yang didatangkan dari Singapura itu diangkut menggunakan empat gerbong ISO Tank yang masing-masing berisi 20 ton oksigen. Rencananya oksigen tersebut akan didistribusikan bagi masyarakat di Jawa Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Angkutan ISO Tank oksigen gratis ini kami operasikan dalam rangka membantu masyarakat dan pemerintah menangani covid-19," kata Didiek melalui keterangan tertulis, Kamis, 5 Agustus 2021.
 
Didiek mengatakan KAI menyambut baik dan mendukung penuh program tersebut, serta selalu siap melayani pada kesempatan berikutnya apabila Kementerian Kesehatan membutuhkan angkutan untuk mendistribusikan alat kesehatan maupun oksigen.
 
Harapannya, KAI menjadi salah satu pionir yang berkontribusi positif di dalam pencegahan penyebaran covid-19 ini.
 
"Angkutan kereta api seperti kita ketahui memiliki banyak keunggulan, kami jamin keamanannya, kami jamin keselamatannya, dan kami jamin ketepatan waktunya. Sehingga Kereta Api yang akan kita berangkatkan pukul 08.15 ini akan sampai di Surabaya pada pukul 18.15, sekitar 10 jam," ucap Didiek.
 
Didiek berharap kerja sama yang dibangun antara KAI dengan Kementerian Kesehatan dapat berlangsung baik serta saling bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.
 
Sementara itu Dante mengatakan, sebelum pandemi, kebutuhan oksigen untuk Jawa-Bali sebanyak 400 ton per hari. Namun pada saat pandemi terutama beberapa waktu belakangan ini terjadi peningkatan, maka kebutuhan oksigen meningkat 4-5 kali lipat. Ia mengatakan transportasi kereta api lebih unggul dari sisi kecepatan dibandingkan angkutan darat lainnya.
 
"Jika diantar dengan transportasi bus akan memakan waktu 24-36 jam. Dengan moda transportasi kereta api ini, maka kecepatannya berkali-kali lipat. Kita bisa memotong rantai kecepatan distribusi itu menjadi lebih cepat," ucap Dante.
 
Pada masa PPKM level empat ini, KAI melalui anak usahanya KAI Logistik menghadirkan promo dengan menggratiskan biaya angkutan oksigen dan tabung oksigen kosong menggunakan kereta api untuk kepentingan nonkomersial.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif