Presiden Direktur MARK Ridwan Goh. FOTO: Mark Dynamics Indonesia
Presiden Direktur MARK Ridwan Goh. FOTO: Mark Dynamics Indonesia

Mark Dyanamics Optimistis Bisnis Cetakan Sarung Tangan Masih Cerah

Ekonomi Emiten
Angga Bratadharma • 26 November 2020 08:30
Medan: Prospek bisnis produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen masih menjanjikan untuk terus tumbuh. Hal ini dikarenakan meningkatnya kesadaran masyarakat yang lebih tinggi akan pemakaian sarung tangan serta diterapkannya protokol kesehatan yang lebih ketat ketimbang sebelumnya saat pandemi covid-19.
 
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Ridwan Goh menuturkan permintaan akan sarung tangan kesehatan berada pada tingkat permintaan yang belum pernah dialami sebelumnya. Dalam 10 tahun terakhir, tren permintaan sarung tangan konsisten bertumbuh 10-12 persen per tahun.
 
Sedangkan di tengah kondisi pandemi covid-19, lanjutnya, permintaan melesat hingga 30 persen sehingga industri sarung tangan tergoncang oleh ketidakseimbangan supply dan demand. Permintaan akan sarung tangan melonjak tinggi, namun pasokan cetakan sarung tangan sangat terbatas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai contoh, tambahnya, konsumsi sarung tangan per kapita di India telah meningkat dari empat unit menjadi 30 unit, dengan permintaan itu telah melampaui pasokan di wilayah tersebut. Kondisi ini tentunya berdampak positif bagi MARK karena 95 persen dari penjualan diserap oleh pasar ekspor dan Malaysia merupakan pelanggan terbesar.
 
Malaysia memiliki komposisi sekitar 65 persen dari total penjualan. Bahkan saat ini MARK sudah mengantongi kontrak senilai USD52 juta untuk pengapalan pada 2021. Berangkat dari hal tersebut, MARK mematok proyeksi penjualan pada 2021 sebesar Rp874 miliar yaitu meningkat sebanyak 72 persen ketimbang penjualan di 2020 ini.
 
"Yang kami proyeksikan sebesar Rp507 miliar dan proyeksi laba pada 2021 sebesar Rp228 miliar yaitu meningkat sebanyak 66 persen dibandingkan dengan laba di 2020 yang diproyeksikan sebesar Rp138 miliar’," ujar Ridwan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 26 November 2020.
 
Ia menambahkan lonjakan permintaan sarung tangan saat pandemi membuat produsen cetakan sarung tangan MARK tidak menunda untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kapasitas produksi yang semula 700 ribu unit per bulan di 2020 tidak mencukupi permintaan cetakan sarung tangan yang begitu agresif.
 
"Sehingga mulai kuartal III-2020 MARK meningkatkan kapasitasnya menjadi 800 ribu unit per bulan," tuturnya.
 
Dengan naiknya permintaan pasar dan guna memenuhi permintaan yang selalu meningkat tersebut, MARK berupaya meningkatkan kapasitas produksinya dengan membangun pabrik baru kedua di desa Dalu, Tanjung Morawa, yang estimasinya akan rampung pada Mei 2021 yang harapannya menambah kapasitas produksi menjadi sekitar 1,1 juta unit per pada 2021.
 
Bahkan, lanjutnya, akan ditingkatkan hingga mencapai 1,8 juta unit per bulan pada awal 2022. Ridwan Goh menyampaikan untuk pembangunan pabrik baru ini MARK akan melakukan belanja modal sebesar Rp150 miliar. Angka ini mencakup biaya mendirikan bangunan, pembelian mesin, dan instalasi mesin.
 
Sumber dana yang dipakai berasal dari kas dan kredit perbankan. "Melihat data tersebut, potensi bisnis MARK sangat besar dan terus menjanjikan," pungkas Ridwan Goh.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif