Potensi bisnis industri perunggasan masih besar. FOTO: Widodo Makmur Unggas
Potensi bisnis industri perunggasan masih besar. FOTO: Widodo Makmur Unggas

Sektor Unggas Cerah, Widodo Makmur Unggas Siap Optimalkan Bisnis

Ekonomi Emiten peternakan
Angga Bratadharma • 14 Januari 2021 16:24
Jakarta: Menguatnya permintaan daging ayam beserta turunannya seperti telur dan produk olahannya saat pandemi covid-19 menjadi angin segar bagi emiten yang ada di sektor perunggasan atau poultry. Potensi kian menggiurkan mengingat harga ayam broiler di tahun ini diproyeksikan mengalami kenaikan.
 
Kepala riset Praus Kapital Alfred Nainggolan mengatakan prospek industri perunggasan masih cukup bagus mengacu pada permintaan. Kebutuhan daging ayam dan semua yang terkait di sektor unggas masih cukup kuat, bahkan pertumbuhan pendapatan emiten-emiten di sektor unggas pada tahun ini juga masih mencatatkan penguatan.
 
Namun, lanjutnya, yang menjadi masalah ada di laba bersih yang terpantau turun cukup signifikan dikarenakan depresiasi nilai tukar rupiah. Sebab, penyediaan bahan baku pakan ternak berasal dari impor sehingga menggerus perolehan laba bersih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lihat ekonomi juga cukup bagus ke depan dan bila faktor kurs rupiah tidak jadi masalah lagi maka akan mendorong signifikan untuk pemulihan bottom line sektor poultry," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Januari 2021.
 
Untuk itu, Alfred menegaskan permintaan di sektor unggas masih cukup bagus ke depan. Apabila ditarik di 2020 ketika terjadi perlambatan ekonomi, namun dari sisi permintaan dan pendapatan penurunannya tidak cukup signifikan dan hanya di laba bersih saja.
 
"Apalagi isu pemulihan pertumbuhan ekonomi yang kuat di 2021 maka dari sisi pendapatan diyakini masih akan tumbuh," ucapnya.
 
Berangkat dari hal itu, Alfred menilai tepat bagi perusahaan yang bergerak di bidang perunggasan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sekarang ini. Apalagi tidak semua perusahaan bisa mendapatkan dana segar di kondisi seperti sekarang.
 
"Jadi ketika mereka bisa mendapatkan momentum itu dan mereka akan ekspansi di sektor yang masih cukup prospek ini maka akan menjadi hal yang cukup bagus untuk menggeneralisasi pertumbuhannya ke depan," jelas Alfred.
 
Alfred menambahkan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi digadang-gadang akan berada di angka empat persen dan di 2022 bisa lebih tinggi lagi. Artinya ketika perusahaan ekspansi berarti mereka mempersiapkan untuk kondisi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di 2022 bahkan di 2023.
 
"Jadi momentumnya sangat bagus sekali ketika mereka berhasil IPO karena tidak semua emiten bisa dapat dana segar," tegasnya.
 
Direktur Keuangan PT Widodo Makmur Unggas (WMU) Wahyu Andi Susilo mengemukakan dana ekspansi yang diperoleh perusahaan dari IPO dipergunakan untuk keperluan saat ini maupun ke depan dan bisa menjadi tonggak untuk menarik pasar dengan jangkauan yang lebih luas lagi.
 
"Apalagi kinerja usaha WMU terus mencetak pertumbuhan yang sangat signifikan meskipun pandemi covid-19 sedang menghantam seluruh negara," ucapnya.
 
WMU sebelumnya menargetkan alokasi dana IPO sebesar 74,3 persen untuk ekspansi dengan menambah dan memperluas sarana produksi, antara lain untuk pembangunan fasilitas breeding PS farm di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; kemudian pembangunan fasilitas layer commercial farm di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
 
Kemudian pembangunan fasilitas hatchery di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa; pembangunan fasilitas broiler commercial farm di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa; pembangunan fasilitas slaughterhouse di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat; dan pembangunan fasilitas feedmill di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.
 
Sisa dana IPO sebesar 25,7 persen akan digunakan sebagai modal kerja perseroan terutama untuk pembelian bahan baku pada feedmill dan pembelian ayam broiler komersial untuk slaughterhouse. Peningkatan kapasitas produksi akan berdampak terhadap penetrasi pasar yang lebih baik lagi ke depan.
 
"Setelah IPO tentunya kami akan lari lebih kencang lagi. Seluruh fasilitas produksi akan berjalan sesuai rencana," pungkas Andi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif