KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto: Dok. Kementan)
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto: Dok. Kementan)

Pengolahan Lahan Tahap Pertama Food Estate Dinilai Sukses

Ekonomi tni ad berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 29 September 2020 23:47
Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menilai pengolahan lahan tahap pertama pada program food estate sukses dijalankan. TNI AD juga terlibat dalam program yang dilaksanakan di Kalimantan Tengah itu.
 
"Walaupun di dua kabupaten, yaitu Pulang Pisau dan Kapuas yang dimulai September ini. Target sebenarnya pada September hanya 1.921 hektare (ha). Kami sampai hari ini sudah mengolah 4.200 ha," ujar Jenderal Andika, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 29 September 2020.
 
Capaian ini tentu jauh melebihi dari target yang yang sudah ditentukan. Jenderal Andika optimistis pengolahan lahan untuk Pulang Pisu akan terselesaikan pada November 2020. Kemudian akan dilanjutkan mengolah lahan di Kapuas pada Oktober hingga Desember.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, Jenderal Andika menyampaikan ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat apung harus segera direalisasikan. Sebab lahan yang digarap merupakan lahan rawa
 
"Ini kan lahannya rawa, sehingga jika tidak dimodifikasi dengan ban apung bisa tenggelam. Saat ini, sudah ada 217 traktor roda empat dan 30 sudah dimodifikasi menjadi traktor apung," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan apresiasi dan kebanggaanya atas integritas dan dedikasi TNI terhadap sektor pertanian.
 
"Saya ini anak tentara. Jadi bisa merasakan juga bagaimana semangat Jenderal Andika dan tentara yang ada di seluruh Indonesia," kata Syahrul.
 
Syahrul menjelaskan bahwa pertanian pada umumnya didominasi oleh petani kecil. Namun kontribusi mereka untuk menyediakan produksi pertanian, khususnya bahan pangan sangat dibutuhkan.
 
"Saat sektor lain hampir tidak tumbuh saat pandemi ini, performa pertanian tumbuh cukup membanggakan. Penyumbang PDB tertinggi pada triwulan II," katanya.
 
Hal tersebut bisa dilihat dari PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q). Bahkan secara tahunan (YoY), sektor pertanian tetap berkontribusi positif, yakni tumbuh 2,19 persen. Capaian tersebut menurutnya ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23 persen.
 
"Kita patut bersyukur bahwa pertanian adalah sektor yang mampu menunjukkan kinerjanya di tengah kondisi pandemi covid-19. Pada saat sektor lainnya terpuruk, justru pertanian yang meningkat tajam," katanya.

 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif