Ilustrasi kompor listrik (paling kanan) - - Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi kompor listrik (paling kanan) - - Foto: MI/Ramdani

Pemerintah Didorong Sosialisasi Kebijakan Penggunaan Gas ke Kompor Listrik

Ekonomi PLN kompor listrik
Al Abrar • 27 Oktober 2020 17:02
Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus mendorong pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi pada masyarakat agar mengalihkan penggunaan gas ke kompor listrik. Hal itu disampaikan Deddy dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional sekaligus untuk mendukung kebijakan ketahanan energi.
 
Deddy menjelaskan Indonesia mengimpor LPG senilai Rp40 triliun per tahun. Padahal, kebijakan impor itu bisa ditekan seandainya pemerintah, khususnya Kementerian ESDM dan PLN mau meningkatkan kebijakan penggunaan listrik nasional yang stoknya jauh berlimpah.
 
"Impor LPG dalam jumlah besar, dibakar untuk memasak. Sementara listrik kita berlimpah, dan akan tambah berlimpah dengan masuknya beberapa pembangkit baru," kata Deddy, melalui keterangan tertulis Selasa, 27 Oktober 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: PLN Bakal Konversi Satu Juta Kompor Gas ke Kompor Listrik
 
Politikus PDI Perjuangan itu menyampaikan, bahan bakar listrik nasional hampir 100 persen berasal dari dalam negeri. Produksi listrik akan bertambah saat pembangkit baru sudah mulai beroperasi.
 
"Harusnya PLN dan Kementerian ESDM mendorong penggunaan kompor listrik sebagai kebijakan ketahanan energi," ujarnya.
 
Menurut Deddy, perluasan penggunaan listrik akan berdampak pada efisiensi banyak hal. Mulai dari penghematan biaya logistik, mengurangi impor gas, meningkatkan industri listrik PLN, penghematan penyediaan storage, hingga penghematan cadangan devisa.
 
Deddy menyarankan pemerintah mendorong perluasan penggunaan listrik untuk menggantikan gas dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Untuk masyarakat bawah, pemerintah diminta memberikan subsidi berupa alat penggunaan yang diproduksi dalam negeri.
 
"Kebijakan peningkatan pemanfaatan listrik ini harus terus dilakukan bertahap, seperti saat kita dulu beralih dari minyak tanah ke gas," ungkap Deddy.
 
(ALB)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif