Ilustrasi kantor Pegadaian. Foto: Medcom.id/Gervin Purba.
Ilustrasi kantor Pegadaian. Foto: Medcom.id/Gervin Purba.

Diduga Positif Covid-19, Satu Karyawan Pegadaian Meninggal

Ekonomi Virus Korona pegadaian
Annisa ayu artanti • 03 April 2020 10:59
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) mengonfirmasi salah satu karyawannya meninggal dunia diduga akibat positif virus korona (covid-19). Karyawan tersebut berada di divisi strategic human capital (SHC) yang bekerja di Kantor Pusat Pegadaian Jakarta Pusat.
 
Sekretaris Perusahaan Pegadaian R Swasono Amoeng Widodo mengatakan karyawan tersebut meninggal pada Rabu, 1 April 2020. Menurutnya tidak ada gejala covid-19 yang terlihat dari karyawannya. Ia mengatakan kabar duka itu sangat mengejutkan.
 
"Kabar meninggalnya beliau tentu sangat mengejutkan kami semua, mengingat saat terakhir bekerja pada Rabu, 18 Maret 2020 yang bersangkutan masih tampak sehat,” kata Swasono Amoeng, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 3 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait dengan covid-19, Amoeng menjelaskan, perusahaan sudah berusaha untuk mengurangi risiko karyawan terinfeksi virus dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh melalui vaksinasi. Vaksinasi influenza untuk tahap pertama diberikan kepada seluruh karyawan baik tetap maupun outsource yang berada di kantor pusat dan kantor wilayah Jakarta serta kantor layanannya.
 
Kemudian, sejak 19 Maret 2020 manajemen sudah menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan hingga sekarang 90 persen dari karyawan di kantor pusat sudah melakukan WFH. Lebih lanjut, Pegadaian sudah membentuk Gugus Penanganan Covid-19 di tingkat pusat dan wilayah, dikenal dengan command centre penanggulangan covid-19.
 
Tugas utama command center tersebut melakukan aktivitas meliputi preventif, kuratif, Business Continuity Management (BCM), melakukan komunikasi baik kepada internal maupun eksternal, serta selalu memperbaharui informasi status ODP, PDP, suspect covid-19.
 
"Khusus di kantor pusat, kami telah melakukan protokol covid-19," papar Amoeng.
 
Di tingkat nasional, tugas command centre adalah meng-update data karyawan yang statusnya ODP, PDP, dan suspect. Data tersebut secara periodik juga dilaporkan kepada Kementerian BUMN dan setiap harinya Pegadaian melakukan update kondisi terkini melalui meeting video conference.
 
Sementara di unit layanan, kantor wilayah di Jakarta sudah mengurangi jam operasional kantor cabang induk, menutup sementara unit kecil pelayanan cabang. Tujuannya adalah menerapkan social dan physical distancing.
 
"Di tengah suasana duka ini, kami akan melakukan tracing terhadap karyawan yang mungkin sempat berinteraksi dengan almarhum, untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19. Selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit untuk dapat melakukan rapid test," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif