Stok pupuk urea dan NPK subsidi di gudang PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang. ANTARA/HO-Pusri/am
Stok pupuk urea dan NPK subsidi di gudang PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang. ANTARA/HO-Pusri/am

Indef Sebut Kelangkaan Pupuk Akibat Distribusi Tidak Tepat

Ekonomi pupuk
Antara • 04 September 2020 12:04
Jakarta: Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin menilai kelangkaan pupuk subsidi dikarenakan masalah distribusi yang tidak tepat sasaran. Tentu harapannya persoalan ini bisa segera selesai guna mendukung peningkatan kesejahteraan para petani.
 
Menurutnya kelangkaan ini selain disebabkan masalah distribusi yang tidak tepat sasaran, juga imbas pengurangan anggaran subsidi pupuk di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Anggaran subsidi dikurangi, di 2020 ini hanya Rp26,3 triliun, sebelumnya Rp29 triliun," kata Bustanul, dikutip dari Antara, Jumat, 4 September 2020.
 
Ia menjelaskan pemerintah akan kembali mengurangi subsidi pupuk untuk menutupi defisit anggaran. "Dikurangi Rp3 triliun, 2020 ini saja sudah terlihat di lapangan mengalami kelangkaan," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karenanya, dia berharap, pada DPR untuk memperjuangkan anggaran yang ideal subsidi pupuk bagi petani, serta mendorong pemerintah untuk membenahi masalah distribusi. "Jadi, ini memang persoalan yang terjadi di tingkat lapangan dan juga tingkat kebijakan. Saya minta DPR tetap memperjuangkan hal ini, jangan petani dikorbankan," ujarnya.
 
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani, khususnya di Kalimantan Selatan cukup bahkan stok berlebih. Ia sempat mengatakan bahwa pupuk subsidi di Indonesia dalam keadaan yang cukup dan tidak kekurangan stok.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif