Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

Penurunan Harga Gas Dipastikan Tak Rugikan KKKS

Ekonomi skk migas gas
Suci Sedya Utami • 17 April 2020 14:27
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (KKKS) memastikan penurunan harga gas industri tidak akan membebani Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di hulu migas. Penurunan harga itu sesuai Perpres 40 Tahun 2016 dan Permen ESDM 8 Tahun 2020.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dalam Permen diatur pendapatan KKKS dipertahankan atau tetap. Sehingga nasib gas-gas yang sudah dilakukan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan selisih harga saat ini akan dikompensasi dari pendapatan negara. Artinya negara akan menanggung gap antara harga di kontrak dengan harga yang berlaku saat ini.
 
"Penurunan harga sesuai Permen terkait dengan seberapa besar pendapatan negara yang bisa dikompensasikan agar menjaga pendapatan kontraktor tetap," kata Dwi, Kamis, 16 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Handoko menjelaskan penurunan harga gas industri untuk mendorong industri tersebut agar lebih berkembang. Ia bilang memang ada penurunan penerimaan negara yang diakibatkan oleh penurunan harga gas industri.
 
Namun nantinya akan dikompensasi dengan tambahan penghasilan dari industri yang bersangkutan. Misalnya industri pupuk, jika pendapatan pupuk bertambah diharapkan akan bisa mengurangi subsidi pada pupuk.
 
Arief menambahkan pihaknya tengah menggodok petunjuk teknis (juknis) untuk mengatur dampak penurunan harga gas terhadap PJBG, apakah kiranya harus diamendemen.
 
"Bagaimana dikompensasinya. Kita dikasih waktu sebulan setelah Permen keluar, kami kerja keras buat selesaikan akhir April," jelas Arief.
 
Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meneken aturan turunan untuk penyesuaian harga gas industri menjadi sebesar USD6 per million british thermal units (MMBTU). Ketentuan tersebut merupakan aturan turunan dari Perpres 40 Tahun 2016.
 
Dalam pasal 3 ayat 1 dinyatakan, harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi (plant gate) ditetapkan sebesar USD6 per MMBTU. Harga gas tersebut tersebut diperuntukkan bagi tujuh golongan industri yakni pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif