Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir. FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami

Perpanjang Kontrak, Adaro Tunggu Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Ekonomi adaro energy Omnibus Law
Suci Sedya Utami • 21 Oktober 2020 07:33
Jakarta: PT Adaro Energy Tbk masih menunggu aturan turunan dari Omnibus Law UU Cipta Kerja untuk memperpanjang kontrak izin usaha pertambangan batu bara ke depan. Adapun kontrak pertambangan Adaro akan habis pada 2022.
 
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengaku pihaknya masih memiliki cukup waktu untuk memperpanjang kontrak. "Kita memang masih menunggu PP (Peraturan Pemerintah), setelah PP mungkin Permen (Peraturan Menteri)," kata pria yang akrab disapa Boy Thohir ini, dalam media briefing virtual, Selasa, 20 Oktober 2020
 
Adaro Energy merupakan satu dari tujuh perusahaan batu bara generasi pertama yang habis memasuki habis kontrak. Dari tujuh perusahaan tersebut, baru tiga perusahaan yang mengajukan perpanjangan izin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga perusahaan ini disebutkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaludin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI adalah PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Multi Harapan Utama.
 
Dalam UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba mengatur permohonan kelanjutan operasi KK atau PKP2B diajukan kepada Menteri ESDM paling cepat lima tahun dan paling lambat satu tahun sebelum kontrak karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) berakhir.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif