Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

KKP Kembangkan Standar Produk Perikanan Pangan dan Nonpangan

Ekonomi Kementerian Kelautan dan Perikanan
Husen Miftahudin • 13 November 2020 09:30
Jakarta: Komite Teknis 65-08 Produk Perikanan Nonpangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinobatkan sebagai Komite Teknis Perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nilai kinerja tertinggi. Komite yang dibentuk 2014 tersebut juga mendapat penghargaan Herudi Technical Comittee Award (HTCA) dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).
 
Dirjen Penguatan Daya Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti mengungkapkan penghargaan tersebut merupakan bentuk penilaian kinerja yang dicapai Komite Teknis 65-08 yang didukung kesekretariatan, konseptor, dan editor SNI. Pencapaian ini meneruskan kesuksesan Komite Teknis 65-05 Produk Perikanan yang menerima penghargaan HTCA dari 2015-2019.
 
"Ini menjadi bukti keseriusan kita mengembangkan standar produk perikanan baik pangan maupun nonpangan, tentu kita patut mensyukuri pencapaian ini," ujar Artati, dalam keterangan resminya, Jumat, 13 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Komite Teknis 65-08 bertugas dalam perumusan SNI produk perikanan nonpangan yang berasal dari hasil kelautan dan perikanan. Komite Teknis 65-08 salah satunya telah menghasilkan SNI Produk Perikanan Nonpangan sejumlah 57 SNI.
 
Dari 57 SNI itu terdiri dari 13 SNI ikan hias, dua SNI mutiara, sembilan SNI tanaman hias air, enam SNI rumput laut, tiga SNI Molusca Crustace (Chitin, Chitosan, Chitosan Cair), sembilan SNI produk bioteknologi, dan 15 SNI pengemasan dan metode uji.
 
Ke depan, Artati memastikan Komite Teknis 65-08 akan terus berkomitmen merumuskan SNI sesuai dengan yang ditargetkan dalam Renstra KKP yaitu lima RSNI setiap tahun. Lima SNI 2020 adalah tanaman hias anubias, ikan hias Red Nose, Alkali Treated Gracilaria, gelatin ikan, dan kolagen ikan.
 
Komite Teknis 65-08 didukung oleh unsur perwakilan pemerintah/Ditjen PDSPKP KKP, produsen, konsumen, dan para pakar yang andal dan mumpuni. "Kinerja Komite Teknis 65-08 dalam Program Nasional Pengembangan Standar dalam dua tahun terakhir sesuai dengan timeline yang ditetapkan oleh BSN," jelas Artati.
 
Tak hanya itu, pemanfaatan sistem informasi, baik di laman KKP, Ditjen PDSPKP, dan Direktorat Pengolahan Bina Mutu, serta aplikasi internal kesekretariatan Komite Teknis 65-08 menjadi wadah penyampaian informasi SNI yang telah disusun kepada stakeholder.
 
Dengan demikian, diharapkan informasi SNI dapat disebarluaskan sekaligus digunakan sebagai acuan dan pedoman bagi pelaku usaha untuk pemenuhan produk yang sesuai standar. "Kita berharap produk perikanan nonpangan yang diperdagangkan memiliki akses pasar yang lebih luas, dan berdaya saing," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif