Transformasi digital yang akan dilakukan AP II akan diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta sebagai pilot project. Foto: Medcom.id
Transformasi digital yang akan dilakukan AP II akan diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta sebagai pilot project. Foto: Medcom.id

Transformasi Digital, Strategi AP II Pimpin Pasar ASEAN

Ekonomi angkasa pura ii transformasi digital
Suci Sedya Utami • 23 November 2020 13:44
Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) memperkenalkan program transformasi 2.0 sebagai strategi dalam memimpin pasar operator bandara di Asia Tenggara (ASEAN).
 
Program transformasi dua dijalankan pada 2020-2024 dan merupakan keberlanjutan dari program transformasi 1.0 yang telah diterapkan sejak 2016.
 
Salah satu fokus di dalam kedua program transformasi itu adalah pengembangan aspek infrastruktur dan operasi, selain bisnis dan portofolio, serta sumber daya manusia (SDM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan pengembangan aspek infrastruktur dan operasi sistem pada transformasi 2.0 mengarah ke implementasi teknologi modern (advanced technology). Ia mengatakan AP II mewujudkan konsep transformasi perusahaan berbasis teknologi untuk menghadirkan ekosistem digital yang terintegrasi dalam operasional bandara.
 
"Penerapan konsep tersebut merupakan salah satu jalan kami untuk menjadi pemimpin pasar operator bandara di ASEAN,” kata Awaluddin dalam keterangan resmi, Senin, 23 November 2020.
 
Dalam menerapkan advance technology, AP II memilih Bandara Soekarno-Hatta sebagai pilot project. Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam menerapkan inovasi teknologi serta akselerasi digital demi meningkatkan pelayanan kepada traveler.
 
Salah satu penerapan advanced technology yang sangat mungkin segera diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta yakni terkait transportasi tak berawak atau unmanned transportation pada Skytrain yang merupakan moda penghubung antar terminal.
 
“Skytrain saat ini sudah siap untuk dioperasikan secara nirawak karena teknologi yang ada memungkinkan untuk itu. Implementasi moda nirawak juga akan dikembangkan pada alat transportasi lainnya,” ujar dia.
 
Di samping unmanned transportation, fasilitas yang akan dikembangkan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi traveler adalah robotic airport services. Saat ini robotic airport services yang sudah dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta seperti robot pembersih lantai di Terminal 3.
 
Penerapan robotic airport services ke depannya bisa saja terkait dengan pemberian informasi secara lengkap bagi traveler mengenai pintu keberangkatan, jadwal penerbangan, area yang ingin ditujunya dan sebagainya.
 
"Terminal 4 yang akan dibangun di Bandara Soekarno-Hatta juga mengusung konsep smart mobility, smart security, dan smart environment. Terminal 4 akan menjadi terminal penumpang pesawat tercanggih di Indonesia,” ungkap Awaluddin.
 
AP II juga merintis Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Soekarno-Hatta sebagai platform untuk mengintegrasikan ekosistem eksternal guna menerapkan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).
 
Di dalam A-CDM, seluruh pihak bisa berbagi data sehingga secara cepat dapat saling mensinkronisasi data operasional seperti informasi penerbangan, rencana parkir pesawat, gate keberangkatan, rencana penerbangan, jumlah penumpang, target waktu penerbangan, kapasitas runway, dan sebagainya.
 
“A-CDM dikenalkan sejak 2020 untuk mengintegrasikan operator bandara (PT Angkasa Pura II), penyedia jasa navigasi penerbangan (AirNav Indonesia), maskapai, penyedia jasa ground handling dan stakeholder lain agar efisiensi dan efektivitas penerbangan meningkat,” pungkas Awaluddin.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif