Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto. ANTARA/HO-KKP
Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto. ANTARA/HO-KKP

Dirjen KKP: Ikan Kerapu dari Natuna Idola Ekspor saat Pandemi

Ekonomi Kementerian Kelautan dan Perikanan
Antara • 13 Mei 2021 12:15
Jakarta: Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan hasil budi daya laut di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yaitu ikan kerapu, terus menjadi salah satu idola ekspor sektor kelautan dan perikanan nasional.
 
"Meski pandemi, ekspor perikanan nasional masih jalan terus. Selain udang, ikan kerapu juga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor kita. Seperti ikan kerapu hasil budi daya Kabupaten Natuna yang terus berjalan meskipun pandemi," kata Slamet Soebjakto, dilansir dari Antara, Kamis, 13 Mei 2021.
 
Menurut Slamet, sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bahwa ikan kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budi daya laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar regional maupun internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, ujar dia, pihaknya juga akan terus mendorong potensi budi daya ikan kerapu karena selain keunggulannya yang menguntungkan, juga sejalan dengan visi KKP dalam membangun kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
 
KKP, kata Slamet, terus mendorong agar selama masa pandemi semakin banyak perusahaan yang melakukan ekspor ikan kerapu karena kerapu merupakan salah satu komoditas andalan untuk ekspor kelautan dan perikanan nasional.
 
"Ini peluang emas, karena dengan ekspor yang terus meningkat dipastikan akan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir, dan geliat ekonomi masyarakat pada umumnya," katanya.
 
Ia menambahkan bahwa permintaan pasar untuk ikan kerapu di negara tujuan ekspor kembali terbuka dan menunjukkan tren yang mulai meningkat sehingga penting untuk saling berkoordinasi dan bersinergi dalam mengembangkan budi daya laut agar aktivitas ekspor ikan kerapu bisa terus berjalan dengan lancar.
 
Selain itu, ujar dia, dengan meningkatnya kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara. Untuk itu, KKP terus berupaya menggenjot ekspor untuk komoditas unggulan budi daya, termasuk ikan kerapu.
 
"Sebagai sektor strategis berbasis pangan tentu akuakultur harus mampu berkontribusi lebih besar mendorong pertumbuhan ekonomi. KKP terus berupaya melakukan pengembangan budi daya di kawasan-kawasan potensial guna menggenjot produksi perikanan budi daya," ujarnya.
 
Salah satu dari kawasan potensial tersebut, lanjutnya, adalah di Kabupaten Natuna yang merupakan kabupaten yang memiliki potensi budi daya ikan laut dan posisinya dekat dengan Hong Kong maka akan meningkatkan kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara di tengah menurunnya pendapatan negara dari ekspor.
 
Slamet mengungkapkan, meskipun pandemi belum berakhir, Kabupaten Natuna dapat terus memenuhi permintaan ekspor ikan laut hasil budi daya ke Hong Kong. "Hingga April, selama 2021 telah melakukan aktivitas ekspor ikan laut sebanyak empat kali dengan total mencapai kurang lebih 50,8 ton. Harapannya, bukan hanya di Natuna saja tapi daerah lain pun sama," tutupnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif