Ilustrasi kartu prakerja. Foto: Medcom.id
Ilustrasi kartu prakerja. Foto: Medcom.id

Jangan Tertipu! Pembukaan Pendaftaran Gelombang XII Kartu Prakerja Hoaks

Ekonomi Kartu Prakerja kabar hoaks
M. Ilham Ramadhan Avisena • 17 Januari 2021 16:20
Jakarta: Informasi terkait pendaftaran gelombang XII Kartu Prakerja yang beredar di masyarakat dinyatakan kabar bohong alias hoaks.
 
"Satu minggu belakangan ini beredar pesan bahwa gelombang XII Program Kartu Prakerja telah dibuka. Pesan ini adalah hoaks yang bermaksud mengelabui masyarakat dan mencuri data pribadi," jelas Head of Communication Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu, dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 17 Januari 2021.
 
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak memberikan informasi pribadi ke dalam situs yang bukan milik manajemen pelaksana. Adapun situs resmi manajemen pelaksana dari pemerintah ialah www.prakerja.go.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belakangan, lanjut Louisa, beredar informasi mengenai pembukaan pendaftaran gelombang XII Kartu Prakerja melalui situs https://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12. Adapun situs tersebut dinyatakan bukan milik manajemen pelaksana.
 
"Itu (https://dashboard.prakerja12.xyz/?gel=12) adalah alamat situs palsu yang beredar. Situs resmi Kartu Prakerja adalah www.prakerja.go.id, perhatikan akhiran go.id," pungkasnya.
 
Louisa menyebut, pengumuman dan segala informasi terkait Kartu Prakerja juga akan dipublikasikan oleh manajemen melalui media sosial resmi dengan akun @prakerja.go.id, yang ada di Instagram dan Facebook.
 
"Pembukaan gelombang 12 akan diumumkan melalui media dan media sosial resmi Kartu Prakerja, Instagram dan Facebook, dengan nama akun @prakerja.go.id," imbuh Louisa.
 
Sebelumnya, pemerintah berencana melanjutkan program Kartu Prakerja di 2021. Dalam APBN 2021, anggaran yang disediakan untuk program tersebut sebesar Rp10 triliun, atau lebih kecil dibanding alokasi 2020, yakni Rp20 triliun.
 
Pada masa pandemi covid-19, program Kartu Prakerja memiliki fungsi sebagai semi bansos. Penerima manfaat mendapatkan uang senilai Rp3,55 juta. Dengan rincian, Rp1 juta sebagai uang pelatihan, Rp2,4 juta sebagai insentif pelatihan yang diberikan selama empat kali, serta Rp150 ribu insentif pengisian survei yang diberikan bertahap tiga kali.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif