Ilustrasi THR. Foto : Medcom.id
Ilustrasi THR. Foto : Medcom.id

THR 100% Kado Terindah bagi Buruh di May Day

Ekonomi buruh tunjangan hari raya Kemenaker
Suci Sedya Utami • 02 Mei 2021 09:00
Jakarta: Pemerintah memberlakukan kebijakan semua perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya 100 persen tanpa dicicil demi pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.
 
Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.
 
Dalam SE tersebut juga disebutkan THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Artinya, awal Mei para pekerja atau buruh sudah harus menerima THR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XI DPR-RI dari Fraksi Gerindra Heri Gunawan mengatakan kebijakan THR 100 persen merupakan kado terindah bagi pekerja atau buruh dalam Peringatan May Day 1 Mei 2021.
 
"Hal tersebut merupakan kado terindah untuk para pekerja/buruh yang pada May Day (1 Mei) merayakan Hari Buruh Internasional," ujar Heri dalam keterangan resmi, Minggu, 2 Mei 2021.
 
Dia berharap aturan ini dapat dipatuhi dan dilaksanakan oleh para pengusaha. Meskipun dirinya memahami ada beberapa pengusaha yang mengeluhkan kondisi perusahaan belum pulih, namun perlu diingat, negara telah memberikan stimulus dalam Program Pemulihan Ekonomi (PEN) yang nilainya mencapai ratusan triliun dan juga menyediakan program restrukturisasi kredit.
 
Lebih lanjut ia menjabarkan, THR tidak hanya memperkuat daya beli para pekerja atau buruh namun juga berkontribusi meningkatkan konsumsi masyarakat. Pulihnya daya beli masyarakat akan meningkatkan penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan dan sekaligus memulihkan perekonomian nasional.
 
Tanpa penguatan daya beli masyarakat maka akan sulit memulihkan kondisi perekonomian dan perusahaan. Jadi ini saling terkait. Negara, perusahaan dan pekerja/buruh saling berkontribusi memulihkan perekonomian.
 
"Secara tidak langsung para pengusaha juga akan menikmati dampak ekonomi dari adanya THR tersebut dalam bentuk peningkatan permintaan dan penawaran," ujar Ketua DPP Gerindra ini.
 
Pemerintah memperkirakan adanya THR dan gaji ke-13 akan menambah konsumsi masyarakat sebesar Rp215 triliun yang berasal dari THR dan Gaji ke-13 ASN sebesar Rp43 triliun, THR pekerja formal sebesar Rp100 triliun dan THR pekerja informal sebesar Rp72 triliun.
 
"Selain sebagai katalisator terhadap perekonomian nasional dan pemulihan perusahaan, adanya THR bagi pekerja atau buruh diharapkan dapat untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya Idulfitri," jelas dia.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif