Ilustrasi penjual tanaman hias raih omzer besar di tengah pandemi - - Foto: MI/ Ardi
Ilustrasi penjual tanaman hias raih omzer besar di tengah pandemi - - Foto: MI/ Ardi

Wah! Tanaman Hias Bisa Jadi Opsi Pemulihan Ekonomi Rakyat

Ekonomi Kementerian Koperasi dan UKM ekonomi daerah Pemulihan Ekonomi Nasional tanaman hias Teten Masduki
Antara • 21 Oktober 2021 14:04
Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mendukung pasar tanaman hias Kota Bogor, Jawa Barat sebagai salah satu opsi pemulihan ekonomi masyarakat. Pasalnya, kelompok ini menggandeng sekitar 1.000 petani yang terdampak pandemi.
 
"Tanaman hias memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Pasalnya, global market value (potensi pasar) tanaman hias mencapai nilai Rp3.000 triliun, lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh. Namun, Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,01 persen," kata Menkop dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Ia pun mengapresiasi Minaqu Indonesia sebagai pengelola pasar tanaman hias terbesar di Asia Tenggara itu karena telah mengangkat potensi ekonomi di Jawa Barat. Pasar tanaman hias itu telah bermitra dengan empat koperasi.
 
Bahkan beberapa waktu lalu, Minaqu juga meluncurkan program kemitraan Petani Tanaman Hias Mitra Binaan CV Minaqu Indonesia bersama Bank Jabar Banten (BJB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau sudah ada koperasi, para petani dapat fokus untuk berproduksi di lahan yang juga dikonsolidasikan menjadi skala ekonomi," jelasnya.
 
Menurut Teten, koperasi yang berperan sebagai penampung atau aggregator juga dapat menjadi penjamin komoditas hasil hutan kelompok tani hutan atau offtaker pertama.
 
Koperasi juga bisa melakukan pengolahan hasil panen yang berhadapan dengan pembeli sehingga harga tidak dipermainkan pihak ketiga.
 
"Koperasi sebagai badan usaha yang berbadan hukum juga dapat melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari akses terhadap sumber-sumber pembiayaan dan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk teknologi tepat guna, sampai pada hilirisasi produk baik secara offline dan online," jelas Teten.
 
Adapun pasar tanaman hias tersebut telah menciptakan sebuah ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dia berharap koperasi-koperasi lain yang telah mengkonsolidasikan lahan anggotanya juga dapat memanfaatkan peluang dan menjalin kemitraan.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif