Menteri ESDM Arifin Tasrif - - Foto: dok Kementerian ESDM
Menteri ESDM Arifin Tasrif - - Foto: dok Kementerian ESDM

Ini Kontribusi TKDN Migas ke Ekonomi RI

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Kementerian ESDM Ekonomi Indonesia Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Ketahanan Energi Proyek Hulu Migas
Antara • 22 Oktober 2021 11:01
Jakarta: Pemerintah menyatakan subsektor minyak dan gas bumi (migas) masih berkontribusi sebagai pondasi ketahanan energi nasional sekaligus sumber penerimaan negara.
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan komitmen penggunaan produk dalam negeri atau TKDN dalam kegiatan hulu migas harus mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mendukung industri lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
"Keberadaan kegiatan pada subsektor migas di Indonesia telah mampu menciptakan multiplier effect yang dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19," kata Arifin dalam keterangan resminya, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga triwulan III-2021, TKDN sektor hulu migas telah mencapai 58 persen dengan meraup sekitar Rp23 triliun dari total nilai kontrak barang dan jasa yang diperkirakan mencapai USD2,6 miliar atau setara Rp39 triliun.
 
Menurutnya, peningkatan investasi dari kegiatan usaha hulu migas memiliki peran penting dalam menumbuhkembangkan kapasitas nasional. Hingga September tahun ini, investasi kegiatan usaha hulu migas mencapai Rp103,3 triliun.

Pemanfaatan TKDN sektor migas:

  1. Industri penunjang migas sebesar Rp87,8 triliun (TKDN 52 persen).
  2. Transportasi Rp6,8 triliun (TKDN 78 persen).
  3. Tenaga kerja sebesar Rp6,4 triliun (TKDN 86 persen).
  4. Perhotelan sebesar Rp1,8 triliun (TKDN 92 persen).
  5. Kesehatan sebesar Rp296,5 triliun (TKDN 86 persen).
  6. Asuransi Rp55,4 triliun (TKDN 46 persen).
  7. UMKM sebesar Rp11 triliun (TKDN 100 persen).

Sektor hulu migas juga terus berupaya berkontribusi dalam penerimaan negara mencapai USD9,5 miliar atau sekitar Rp133 triliun. Pemerintah memproyeksikan sampai akhir tahun ini penerimaan negara subsektor migas bisa mencapai USD11,7 miliar atau Rp163 triliun.
 
"Kegiatan usaha hulu migas harus terus kita dorong dan upayakan bersama-sama agar aktivitas perekonomian di berbagai sektor perekonomian dapat berjalan kembali," terang Arifin.

 
Saat ini, pemerintah sedang menyusun berbagai langkah dan upaya untuk mencapai target produksi minyak satu juta barel dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030, sehingga perlu kerja sama berbagai pihak termasuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan industri penunjang migas.
 
Terdapat 224 perusahaan industri penunjang migas dan 363 perusahaan jasa penunjang migas yang terdaftar di dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN). Dokumen itu dijadikan acuan dalam pengadaan barang dan jasa serta sebagai pengendalian impor barang operasi pada kegiatan usaha hulu migas.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif