Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.

Pemerintah Gelontorkan Rp52,21 Triliun untuk Bansos

Ekonomi bansos
Eko Nordiansyah • 11 Mei 2020 19:19
Jakarta: Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp52,21 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) selama masa pandemi covid-19. Anggaran tersebut disalurkan baik melalui program keluarga harapan (PKH) maupun kartu sembako.
 
Hingga 8 Mei 2020, realisasi penyaluran PKH sebesar Rp16,57 triliun dan penyaluran program sembako Rp14,45 triliun. Selain itu ada Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT Desa) sebesar Rp21,19 triliun yang bersumber dari Dana Desa.
 
"BLT Desa adalah pemberian uang tunai kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa untuk mengurangi dampak ekonomi akibat adanya pandemi covid-19," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Besaran BLT Rp600 ribu per keluarga per bulan selama tiga bulan, dengan kriteria penerima yaitu keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di Desa bersangkutan, dan tidak termasuk penerima PKH, Kartu Sembako, dan Kartu Pra Kerja.
 
"Mekanisme Pendataan Penerima BLT Berdasarkan Penyaluran BLT Desa diatur di dalam PMK 40 Tahun 2020," jelas dia.
 
Adapun tambahan belanja APBN 2020 untuk penanganan covid-19 sebesar Rp255,1 triliun. Anggaran ini untuk bidang kesehatan sebesar Rp75 triliun, jaring pengaman sosial sebesar Rp110 triliun, dan dukungan dunia usaha sebesar Rp70,1 triliun.
 
Pemerintah juga telah menyiapkan program subsidi bunga untuk UMKM sebesar Rp34,15 triliun, dengan jumlah debitur penerima subsidi bunga sebanyak 60,66 juta rekening. Sementara itu, total penundaan pokok Rp285,09 triliun, dengan outstanding kredit penerima subsidi bunga Rp1.601,75 triliun.
 
Dukungan bagi Usaha UMKM dengan stimulus kredit di BPR, perbankan, dan perusahaan pembiayaan sebesar Rp27,26 triliun, dan penundaan angsuran Rp165,48 triliun. Penerima manfaat terdiri dari 1,62 juta debitur BPR, 20,02 juta debitur perbankan, dan 6,76 juta debitur perusahaan pembiayaan.
 
Selain itu, stimulus kredit UMKM kecil yaitu subsidi bunga sebesar Rp6,40 triliun dan penundaan angsuran sebesar Rp105,74 triliun. Penerima manfaat dan besaran yaitu KUR sebanyak 8,33 juta debitur, Pinjaman Ultra Mikro (UMi) 1 juta debitur, Mekaar 6,08 juta debitur, dan Pegadaian 10,6 juta debitur.
 
Di samping itu ada stimulus kredit UMKM lainnya sebesar Rp489,7 miliar untuk subsidi bunga dan Rp13,87 triliun untuk penundaan Angsuran. Penerima manfaat dan besaran yaitu 30.119 debitur LPDB, Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan 16.803 debitur, UMKM Pemda 758.415 debitur, UMKM online 3,7 juta debitur, koperasi penyalur UMi 1,77 juta debitur, petani 5.508 debitur.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif