Logo PT PLN Persero. Foto: Dok. PLN
Logo PT PLN Persero. Foto: Dok. PLN

Dikucuri PMN Rp5 Triliun, PLN Bangun Pembangkit EBT

Ekonomi PLN pmn
Suci Sedya Utami • 14 Juli 2020 20:57
Jakarta: PT PLN (Persero) mendapatkan kucuran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp5 triliun pada 2020. PMN tersebut digunakan PLN untuk membangun infrastruktur kelistrikan.
 
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan PMN tersebut akan digunakan untuk membiayaai proyek-proyek investasi atau program pembangkit, transmisi, serta distribusi baik non-listrik desa maupun listrik desa.
 
"PLN telah mendapatkan PMN 2020 sebesar Rp5 triliun, PMN tersebut merupakan sebagian dari kebutuhan pendanaan investasi pembangkit, transmisi, gardu induk, listrik desa, dan gardu," kata Zulkifli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zulkifli merinci untuk pembangkit yang dibangun adalah jenis energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 99 megawatt (MW), dengan estimasi kebutuhan dana sebesar Rp3,5 trilun. Dari kebutuhan dana tersebut Rp1 triliun berasal dari PMN.
 
Pembangkit EBT tersebut di antaranya 151 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di Papua dan Papua Barat berkapasitas 5,82 MW, 24 PLTS yang tersebar di NTT dengan kapasitas 5,35 MW dan satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh dengan kapasitas 87 MW.
 
Kemudian untuk pembangkit jaringan transmisi sepanjang 2.325 kilo meter sirkuit (kms), serta gardu induk 9.320 mega volt ampere (MVA) yang tersebar dengan estimasi kebutuhan dana sebesar Rp10,6 triliun dan dari PMN sebesar Rp3,8 triliun. Pembangunan transmisi dan gardu induk tersebar di Sulawesi, Jawa-Madura, dan Sumatra, serta Kalimantan.
 
Sedangkan untuk distribusi listrik desa terdiri dari pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 275 kms, jaringan tegangan rendah 129 kms, serta gardu berkapasitas 4,435 kilo volt ampere (kVA) dengan estimasi sebesar Rp1,1 triliun. Dari kebutuhan pendanaan tersebut sebesar Rp200 miliar menggunakan dana PMN.
 
"Sehingga total kebutuhan investasi (proyek-proyek tersebut) sebesar Rp15,19 triliun," pungkas Zulkifli.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif