Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Harga Emas Sepekan Terus Berkilau

Ekonomi harga emas antam Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Angga Bratadharma • 07 Maret 2020 10:30
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang diperdagangkan di Gedung Antam pada pekan ini terlihat fluktuatif dengan kecenderungan menguat, di tengah mewabahnya virus korona dan mulai menyebar di luar Tiongkok. Apabila ketidakpastian terus terjadi bukan tidak mungkin harga emas bisa terus menanjak.
 
Mengutip data Logam Mulia Antam, Sabtu, 7 Maret 2020, harga emas di awal pekan dibuka di level Rp817 ribu per gram. Kemudian pada Selasa, 3 Maret menanjak jadi Rp822 ribu per gram dan pada Rabu, 4 Maret kembali menguat jadi Rp834 ribu per gram. Sayangnya, pada Kamis, 5 Maret emas Antam sempat jatuh menjadi Rp829 ribu per gram.
 
Namun, investor yang terpapar ketidakpastian ekonomi akibat virus korona kembali memalingkan wajahnya ke logam mulia. Alhasil, pada Jumat, 6 Maret harga emas Antam kembali pulih dan menjadi Rp844 ribu per gram. Dan pada Sabtu, 7 Maret harga emas Antam 'duduk manis' di Rp849 ribu per gram.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan pergerakan emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange sepekan ini juga tidak jauh berbeda dengan harga emas Antam. Pekan ini, yang lebih banyak dihantui oleh kekhawatiran virus korona, membuat harga emas dunia terus dilirik investor. Bahkan, ada peluang harga emas dunia bisa terus menguat di masa mendatang.
 
Adapun emas berjangka di Bursa Comex naik tipis pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan terjadi karena logam kuning itu didorong oleh penurunan ekuitas AS dan melemahnya dolar AS di tengah kekhawatiran akan dampak virus korona terhadap ekonomi dunia.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik USD4,4 atau 0,26 persen menjadi USD1.672,4 per ons. Sedangkan emas berjangka melonjak sebanyak USD25 atau 1,52 persen menjadi USD1,668 per ons sehari sebelumnya.
 
Emas melonjak 1,2 persen ke level tertinggi sejak Januari 2013 di USD1,689.65 di awal sesi, tetapi kemudian menyerahkan sebagian besar keuntungannya, sehingga berakhir naik tipis. TD Securities melihat banyak volatilitas di pasar ekuitas, kerugian dan ketidakpastian yang cukup besar membawa S&P di bawah 3.000.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif