Ilustrasi. FOTO: Tokopedia
Ilustrasi. FOTO: Tokopedia

Tokopedia: Transaksi Makanan hingga Fesyen Jadi Pilihan Masyarakat saat Ramadan

Ekonomi belanja online Tokopedia e-commerce Ecommerce
Angga Bratadharma • 12 Mei 2022 17:01
Jakarta: Tokopedia mencatat makanan dan minuman, fesyen, dan peralatan rumah tangga menjadi kategori favorit masyarakat selama Ramadan 2022. Hal itu terjadi di tengah berubahnya kebiasaan masyarakat dalam berbelanja terutama belanja secara daring karena turut menekan penyebaran covid-19.
 
Head of External Communications Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan selama Ramadan 2022 masyarakat telah memenuhi berbagai kebutuhan melalui Tokopedia Ramadan Ekstra dan banyak kampanye lainnya. "Hal ini mendorong makmin, fesyen, dan rumah tangga menjadi kategori favorit masyarakat," kata Ekhel, dalam konferensi pers, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Di sisi lain, tambahnya, penjualan perlengkapan ibadah melonjak hampir empat kali lipat. Kerudung, gamis, dan peci menjadi beberapa produk fesyen Muslim paling banyak diburu masyarakat. Ia menambahkan animo masyarakat dalam berbagi serta beribadah dari rumah selama Ramadan pun terus meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tercatat ada lebih Rp15 miliar dari donasi, zakat, wakaf dan fidyah di Tokopedia," ungkapnya.
 
Di sisi lain, pembayaran digital telah menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen di Asia Tenggara (SEA) dalam hal melakukan transaksi keuangan daring mereka. Penelitian Kaspersky baru-baru ini menunjukkan pertimbangan digital tentang keamanan siber dan pembayaran sangat memengaruhi perilaku pembelian konsumen di wilayah tersebut.
 
Berjudul 'Mapping a secure path for the future of digital payments in APAC', penelitian tersebut menemukan bahwa satu dari lima (21 persen) pengguna layanan pembayaran digital di Asia Tenggara masih mengalami kecemasan saat melakukan transaksi daring.
 
Di antara usia-usia lain, kekhawatiran tertinggi terjadi pada kelompok tertua, Generasi bisu (Silent Generation) (30 persen). Menariknya, kelompok 'senior' ini diikuti oleh generasi termuda sebesar 27 persen.
 
Hampir satu dari lima (17 persen) pengguna di Asia Tenggara mengakui mereka lebih suka membayar dengan uang tunai, generasi tertua mencatat persentase tertinggi (20 persen) di antara semua kelompok umur.
 
Beradaptasi dengan teknologi baru ini juga dapat menghadirkan tantangan tersendiri bagi Generasi Bisu dengan 20 persen dari mereka mengalami kesulitan dalam melakukan transaksi keuangan daring. Isi baiknya adalah, hampir seperempat (24 persen) dari semua responden dari Asia Tenggara menunjukkan mereka sepenuhnya mempercayai pembayaran digital.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif