Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Meski Lebih Rendah, Surplus Dagang Desember Bantu Jaga Ketahanan Eksternal

Ekonomi Bank Indonesia neraca perdagangan indonesia Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 18 Januari 2022 11:37
Jakarta: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2021 tercatat sebesar USD1,02 miliar, meskipun angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan surplus yang ditorehkan pada bulan sebelumnya sebesar USD3,52 miliar.
 
Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 mencatat surplus USD35,34 miliar. Raihan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada 2020 yang sebesar USD21,62 miliar.
 
Terkait hal itu, Bank Indonesia memandang bahwa surplus neraca perdagangan tersebut tetap berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung pemulihan ekonomi," ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Desember 2021 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap tinggi di tengah defisit neraca perdagangan migas yang meningkat.
 
Pada Desember 2021, surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD3,30 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada November 2021 sebesar USD5,21 miliar. Sementara itu, ekspor nonmigas pada Desember 2021 tercatat sebesar USD21,28 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar USD21,51 miliar.
 
Ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti lemak dan minyak hewan/nabati termasuk CPO serta produk manufaktur, termasuk besi dan baja serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, tercatat meningkat.
 
Ditinjau dari negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang tetap tinggi seiring dengan pemulihan permintaan global. Sementara itu, impor nonmigas meningkat pada seluruh komponen, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang berlanjut.
 
Adapun, defisit neraca perdagangan migas meningkat dari USD1,69 miliar pada November 2021 menjadi USD2,28 miliar pada Desember 2021. Hal ini dipengaruhi oleh impor migas yang meningkat.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif