Pasar Tradisional. Foto : MI/Barry.
Pasar Tradisional. Foto : MI/Barry.

Sri Mulyani Jamin Pajak Sembako Tak Menyasar Pasar Tradisional

Ekonomi Sri Mulyani Pasar Tradisional sembako
Eko Nordiansyah • 15 Juni 2021 10:40
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok tidak akan menyasar pasar tradisional. Apalagi sembako yang dijual di pasar merupakan kebutuhan masyarakat.
 
Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat ia mengunjungi Pasar Santa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketika berbelanja, ia menerima keluhan dari para pedagang pasar yang khawatir dengan rencana pajak sembako yang akan menaikkan harga jual.
 
"Saya jelaskan pemerintah tidak mengenakan pajak sembako yang dijual di pasar tradisional yang menjadi kebutuhan masyarakat umum," tulis Sri Mulyani dalam Instagram pribadinya, dilansir di Jakarta, Selasa, 15 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan pajak tidak asal dipungut untuk penerimaan negara, namun disusun untuk melaksanakan asas keadilan. Misalnya beras produksi petani lokal yang merupakan bahan pangan pokok dan dijual di pasar tradisional tidak dipungut pajak.
 
"Namun beras premium impor seperti beras basmati, beras shirataki yang harganya bisa lima sampai 10 kali lipat dan dikonsumsi masyarakat kelas atas, seharusnya dipungut pajak," ungkapnya.
 
Hal yang sama juga akan dikenakan atas daging sapi premium seperti daging sapi Kobe, Wagyu yang harganya 10 hingga 15 kali lipat harga daging sapi biasa. Menurut Sri Mulyani, pengenaan pajak barang premium ini sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat.
 
"Seharusnya perlakukan pajak berbeda dengan bahan kebutuhan pokok rakyat banyak. Itu asas keadilan dalam perpajakan yang lemah dibantu dan dikuatkan dan yang kuat membantu dan berkontribusi," lanjutnya.
 
Selama masa pandemi ini, ia menyebut, pemerintah telah memberikan berbagai insentif pajak untuk memulihkan ekonomi. Selain itu, ada berbagai bantuan sosial bagi masyarakat, bantuan penanganan covid, hingga vaksinasi gratis bagi seluruh.
 
"Ayo kita jaga dan pulihkan bersama ekonomi kita. Jangan lupa untuk terus patuhi protokol kesehatan saat melakukan berbagai aktivitas! Jangan mudah termakan hasutan," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif