Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Pertamina Tak Akan Dijual ke Publik

Ekonomi pertamina ipo
Suci Sedya Utami • 29 Juni 2020 14:36
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak ada agenda privatisasi melalui skema Initial Public Offering (IPO) atau menawarkan saham holding ke publik. Perusahaan pelat merah itu membantah adanya rencana menjual diri untuk mendapatkan pendanaan.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pelepasan saham akan dilakukan pada subholding atau anak hingga cucu-cicit perseroan, bukan pada Pertamina sebagai induk usaha.
 
"Privatisasi enggak ada dalam agenda kita. Enggak melepas saham negara. IPO itu di anak, cucu, cicit," kata Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Selasa, 29 Juni 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nicke mengatakan IPO hanya merupakan opsi untuk mencari dana dengan menawarkan saham pada publik. Ia bilang masih ada cara lain bagi Pertamina untuk mencari pendanaan seperti menerbitkan surat utang, mencari mitra dalam menggarap proyek (equity partnership), dan program pembiayaan lainnya.
 
Lagi pula, kata Nicke, IPO yang akan dilakukan di gurita bisnis perseroan apabila pun tidak akan dilakukan apabila tidak menghasilkan suatu nilai yang optimal. Dirinya mengatakan agenda untuk IPO anak pun sejatinya masih lama dilakukan.
 
Nicke pernah menyebutkan agenda IPO yang kemungkinan akan dilakukan pertama kali yakni di bagian subholding hulu di bawah PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Ia mencontohkan di bawah PHE ada anak usaha bernama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
 
Ia menjelaskan pada saat ditetapkan pemerintah menjadi pemenang dan mengambil alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia, Pertamina dituntut untuk mencari mitra dalam menggarap wilayah kerja migas tersebut. Sehingga kepemilikan Pertamina di Blok Rokan harus dibagi pada mitranya nanti, atau dengan kata lain kepemilikan saham Pertamina tidak 100 persen.
 
"IPO yang pertama kita akan lihat subholding hulu. Untuk Rokan misalnya pada saat ditetapkan kita menang Rokan kita diminta bermitra. Artinya sebagian dari participating interest kita lepas," ujar Nicke.
 
Dirinya bilang dengan IPO, maka Pertamina tentu akan bisa berbagi pendanaan bersama mitra yang nantinya bisa digunakan untuk mengembangkan investasi di subholding hulu Pertamina. Apalagi, kata Nicke, 60 persen dari total investasi yang dikeluarkan perseroan dialokasikan untuk sektor hulu.
 
Selain itu, kata Nicke, pendanaan yang didapat dari IPO juga bisa digunakan Pertamina untuk mengakuisisi kegiatan-kegiatan hulu lainnya. Dengan kata lain, Pertamina bisa menambah aset-aset hulu di luar yang dikelola saat ini.

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif