Ekspansi armada topang kinerja Pelita Samudera. Dok. PT Pelita Samudera Shipping
Ekspansi armada topang kinerja Pelita Samudera. Dok. PT Pelita Samudera Shipping

Ekspansi Armada Topang Kinerja Pelita Samudera

Ekonomi logistik
Husen Miftahudin • 28 Juli 2020 19:37
Jakarta: PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) memperoleh perpanjangan kontrak sewa berjangka selama lima tahun untuk satu unit Floating Loading Facility (FLF) dari PT Asian Bulk Logistics dan satu unit Kapal Tunda (Tugboat) dari PT Dian Ciptamas Agung. Kontrak tersebut senilai USD16,5 juta untuk pemindahmuatan batu bara di area Muara Pantai, Kalimantan Timur.
 
"Sampai dengan Juni 2020, komposisi kontrak jangka panjang segmen FLF mencapai 94 persen dan enam persen kontrak basis spot. Komposisi kontrak jangka panjang segmen Tug and Barge mencapai 85 persen dan 15 persen kontrak basis spot," kata Sekretaris Perusahaan PSSI Imelda Agustina Kiagoes dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Selain itu, emiten pelayaran ini juga melakukan ekspansi multi kargo di pengangkutan alumina demi mendongkrak pertumbuhan. Perusahaan berhasil meraih kontrak jangka panjang dari Inalum senilai hampir USD3,3 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kontrak baru jangka panjang dengan Inalum tersebut ditandatangani pada Juni 2020 untuk pengangkutan alumina dari Kendawangan, Kalimantan Barat ke Kuala Tanjung, Sumatra Utara dengan menggunakan MV ukuran handysize.
 
Menurut Imelda, peraihan kontrak Inalum sejalan dengan strategi bisnis kompetensi inti perseroan di mana sampai saat ini segmen MV melakukan pengangkutan batu bara dan ekspansi ke pengangkutan nikel, klinker (bahan pembuat semen), tembaga, pasir besi, dan sekarang alumina.
 
"Secara total hingga semester I-2020, perseroan sukses meraih total kontrak senilai USD19,8 juta," ungkap Imelda.
 
Pada semester I-2020, PSSI memperoleh pendapatan sebesar USD35,5 juta, turun dua persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, tarif angkutan rata-rata meningkat sebesar 12 persen menjadi USD2,63 per metrik.
 
"Empat unit MV yang dibeli di 2019 telah beroperasi penuh di 2020 dan mendukung peningkatan pendapatan sewa berjangka sebesar 87 persen menjadi USD6,6 juta di semester I-2020 dari USD3,5 juta di semester I-2019," urainya.
 
Dari sisi laba bersih, perusahaan berhasil mengantongi raihan sebesar USD2,2 juta di semester I-2020. Adapun total aset PSSI per 30 Juni 2020 sebesar USD141,6 juta, melorot dibandingkan USD143,2 juta per 31 Desember 2019.
 
"Di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan global akibat situasi pandemi covid-19, pencapaian ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pelaku usaha batu bara dan mineral di industri logistik. Perseroan fokus mencari peluang pertumbuhan dan eksekusi strategi demi kelangsungan bisnis dengan terus melanjutkan upaya peningkatan keunggulan operasional," pungkas Imelda.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif