ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Gerindra Sepakat Izin Amdal Tak Dihapus dalam RUU Cipta Kerja

Ekonomi Omnibus Law
Al Abrar • 05 Agustus 2020 12:15
Jakarta: Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas sepakat dengan izin lingkungan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) tidak dihapus dalam RUU Cipta Kerja. Hal ini senada dengan yang dijelaskan oleh perwakilan pemerintah dalam rapat pembahasan draf RUU Cipta Kerja, pada Selasa, 4 Agustus 2020.
 
"Saya sependapat dengan Pemerintah bawa izin lingkungan itu tidak dicabut, karena sudah terintegrasi di dalam perizinan berusaha. Tapi jika teman-teman yang lain menganggap itu dicabut, ya silakan. Tapi kalau saya, yang mewakili Fraksi Partai Gerindra, menyatakan dengan RUU Cipta Kerja ini izin lingkungan itu sama sekali tidak dihapus," kata Supratman melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Sekadar informasi, izin Amdal menjadi topik pembahasan yang cukup alot di RUU Cipta Kerja. Khususnya soal izin Amdal merupakan kewenangan daerah atau pemerintah pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Izin Amdal Tak Dihapus dalam RUU Cipta Kerja
 
Pemerintah memastikan bahwa aturan Amdal merupakan prinsip dalam UU Nomor 32 Tahun 2009. Sehingga, Amdal tidak boleh hilang. "Amdal itu wajib dan akan kita kawal agar tidak berdampak kepada kerusakan dan pencemaran lingkungan,” kata Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Elen Setiadi.
 
Senada dengan Elen, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan melalui RUU Cipta Kerja, pemerintah ingin mempermudah dan mempercepat proses pengajuan izin lingkungan, baik kepada investor besar, maupun kecil sekelas UMKM.
 
Bahlil menjelaskan nantinya tak semua kelas pengusaha membutuhkan Amdal, namun tetap ada persyaratan dalam konteks perlindungan lingkungan. Salah satunya persyaratan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).
 
“Sementara kelas menengah itu ada UKL dan UPL-nya tetap ada. Nah kelas besarnya tetap pakai Amdal, tapi syaratnya jangan terlalu banyak dibuat ribet, karena kalau itu banyak dibuat ribet itu tidak akan selesai apa yang menjadi kepentingan pengusaha," jelas Bahlil.

 
(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif