PLN Siap Beri Diskon dan Penggratisan Tarif Listrik. Foto: MI/ Irfan
PLN Siap Beri Diskon dan Penggratisan Tarif Listrik. Foto: MI/ Irfan

PLN Siap Beri Diskon dan Penggratisan Tarif Listrik

Ekonomi pln tarif listrik
Suci Sedya Utami • 31 Maret 2020 17:42
Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan siap untuk menjalankan kebijakan pemerintah yang akan membebaskan dan memberikan diskon tarif listrik pada para pelanggan terdampak wabah korona atau covid-19.
 
Pembebasan dan diskon tarif listrik yang diberikan merupakan kompensasi dari pemerintah terhadap kebijakan pembatasan sosial skala besar yang diterapkan pemerintah untuk mencegah penularan wabah korona lebih masif.
 
Pembebasan biaya listrik diberikan selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni pada 24 juta pelanggan golongan 450 volt ampere (VA). Artinya pemerintah akan menanggung tagihan listrik untuk golongan tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan diskon atau potongan harga tarif listrik sebesar 50 persen bagi tujuh juta pelanggan golongan 900 VA bersubsidi selama tiga bulan. Artinya pelanggan hanya membayar separuh dari tagihan di April, Mei, dan Juni.
 
Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan PLN sebelumnya. Dwi mengatakan PLN menyambut baik kebijakan tersebut dalam rangka mengurangi beban pengeluaran warga di saat pandemi korona.
 
"Kebijakan penangguhan dan keringanan tarif listrik tersebut sudah dibicarakan dan dikoordinasikan dengan PLN. Tentu kami akan sangat mendukung kebijakan Pemerintah yang disampaikan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo," kata Dwi dalam keterangan resmi, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Dwi mengatakan untuk mekanisme dan teknis pembebasan dan diskon tersebut pihaknya menunggu ketentuan lebih lanjut yang akan diatur oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Selain kebijakan ini, PLN juga memberikan dispensasi pada para pelanggan listrik pascabayar untuk pembayaran listrik di April. Dispensasi yang dimaksud yakni penangguhan pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran wabah virus korona di Tanah Air.
 
Sebagai gantinya perusahaaan setrum tersebut menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir untuk pelanggan pascabayar. Hal ini berlaku untuk pembayaran rekening April. Pembayaran listrik April, perhitungannya menggunakan data historis rata-rata pemakaian kilo watt amphere (kWh) pada Desember, Januari, dan Februari.
 
Senior Executive Vice President (SEVP) Departemen Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan ada sebanyak 36.779.231 pelanggan pascabayar non-AMR (automatic meter reading) atau meteran pembaca otomatis yang masuk dalam dispensasi tersebut.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif