Ilustrasi rupiah - - Foto: Antara/ M Agung Rajasa
Ilustrasi rupiah - - Foto: Antara/ M Agung Rajasa

36 Ribu Pelanggan PLN Dapat Dispensasi Tagihan Listrik

Ekonomi pln Virus Korona tarif listrik
Suci Sedya Utami • 27 Maret 2020 20:07
Jakarta: PT PLN (Persero) memberikan dispensasi pada para pelanggan listrik pascabayar. Mereka mendapatkan keringanan pembayaran listrik khusus pada April 2020.
 
Dispensasi yang dimaksud yakni penangguhan pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran wabah virus korona (covid-19) di Tanah Air.
 
Senior Executive Vice President (SEVP) Departemen Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan pihaknya menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir untuk pelanggan pascabayar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedikitnya terdapat 36.779.231 pelanggan pascabayar non-AMR (automatic meter reading) atau meteran pembaca otomatis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.772.171 merupakan pelanggan.

 
Total pelanggan pascabayar Non AMR sekitar 36.779.231. Jumlah pelanggan pascabayar rumah tangga sampai dengan saat ini sebanyak 34.772.191 pelanggan rumah tangga. Sementara sisanya adalah pelanggan industri.
 
"Kebijakan untuk semua pelanggan pascabayar non-AMR," kata Yuddy pada Medcom.id, Jumat, 27 Maret 2020.
 
Ia menjelaskan untuk pembayaran listrik April, perhitungannya menggunakan data historis rata-rata pemakaian kilowatt amphere (kWh) pada Desember, Januari, dan Februari.
 
Hal ini dilakukan untuk menghindari pembaca atau pencatat meter melakukan kunjungan ke rumah-rumah pelanggan di Maret, sehingga upaya pencegahan penyebaran virus korona sebagaimana yang menjadi imbauan pemerintan untuk melaksanakan work from home dan physical distancing dapat berhasil.
 
Jika pencatatan penggunaan listrik di Maret yang ditagihkan pada April lebih besar atau lebih kecil dari perhitungan rata-rata, maka akan dikoreksi pada bulan berikutnya ketika kondisi covid-19 sudah mereda atau berangsur normal.
 
"Betul sekali, ketika kondisi berjalan normal maka pencatatan akan normal lagi maka akan dikoreksi," ujar dia.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif