Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

Arcandra Tahar Beberkan Alasan Tesla Pilih India, Bukan Indonesia

Ekonomi india mobil listrik Investasi Asing tesla elon musk Kendaraan Listrik
Insi Nantika Jelita • 24 Februari 2021 21:19
Jakarta: Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc memilih Bangalore, India, sebagai tempat pengembangan mobil listrik di luar wilayah AS. Sebelumnya, perusahaan milik Elon Musk itu berencana menjajaki kerja sama dengan Indonesia.
 
Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan ada beberapa alasan Tesla memprioritaskan India dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya. Salah satunya ekosistem IT dan pangsa pasar yang baik.
 
"Kenapa Tesla mendahulukan Bangalore? Tidak ada yang tahu alasan pastinya. Namun, kami menduga ada beberapa alasan. Pertama, dengan mendahulukan Bangalore, Tesla tidak saja mendapatkan ekosistem IT terbaik, namun juga bisa mendapatkan akses pasar yang sangat besar," tutur Arcandra dikutip dari Mediaindonesia.com, Rabu, 24 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, India tercatat sebagai negara dengan penjualan mobil keempat terbesar di dunia, setelah Tiongkok, AS dan Jepang. Untuk alasan berikutnya, tenaga kerja di India lebih murah dibandingkan Israel, sebagai negara saingan dalam investasi kendaraan listrik.
 
"Biaya hidup di Bangalore bahkan lebih rendah dari Jakarta. Keputusan investasi Tesla yang memilih India tentu bisa menjadi pembelajaran. Bahwa seluruh negara kini terus berlomba memberikan daya tarik kepada investor," imbuh Komisaris Utama PGN.
 
Ia menambahkan India juga siap membangun ekosistem IT seperti di Silicon Valley, AS. Dalam hal ini,  Tesla membutuhkan tiga hal untuk membangun ekosistem tersebut yakni sumber daya manusia yang sangat terampil di bidang IT dan engineering, teknologi chips yang mutakhir serta venture capitalist (pemodal) yang berani mendanai proyek startup dengan risiko tinggi.
 
"Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Namun, untuk memastikan aset strategis dalam membangun pabrik kendaraan listrik, perlu membentuk ekosistem dengan daya tarik tinggi bagi investor. Itu jelas bukan tantangan yang mudah," pungkas dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif