Ilustrasi elpiji nonsubsidi 3 kg - - Foto: dok Pertamina
Ilustrasi elpiji nonsubsidi 3 kg - - Foto: dok Pertamina

Pertamina Beri Pinjaman Modal Usaha bagi UMKM Penggunaan Elpiji Nonsubsidi

Ekonomi pertamina Kredit elpiji UMKM
Desi Angriani • 28 November 2020 14:00
Jakarta: PT Pertamina (Persero) memberikan fasilitas pinjaman untuk modal usaha bagi UMKM yang menggunakan elpiji nonsubsidi atau Bright Gas. Pinjaman tersebut disalurkan dalam program Pinky Movement.
 
“Melalui program pinky movement, Pertamina akan terus melakukan sosialisasi kepada para UMKM untuk dapat naik kelas menggunakan elpiji nonsubsidi Bright Gas agar pemanfaatannya tepat sasaran,” kata Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina dalam keterangan resmi, Sabtu, 28 November 2020.
 
Ia menjelaskan Pinky Movement merupakan program pinjaman modal usaha, yakni kepada UMKM outlet LPG untuk mengembangkan bisnis dengan menjual LPG nonsubsidi. Pinjaman tersebut bisa juga diraih oleh UMKM pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG nonsubsidi maupun UMKM kuliner yang ingin mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan LPG nonsubsidi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program Pinky Movement kini menyasar setidaknya 2.000 outlet dan 100 usaha kecil pengguna LPG subsidi. Adapun program ini merupakan bagian dari investasi sosial perusahaan, atau kini dikenal sebagai Creating Shared Value.
 
“Pertamina menawarkan pembiayaan pinjaman murah kepada UMKM yang memiliki usaha penjualan LPG atau usaha lainnya di bidang kuliner dan berniat mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan LPG nonsubsidi,” terang Heppy.
 
Vice President CSR dan SMEPP Pertamina Arya Dwi Paramita menambahkan akselerasi UMKM naik kelas memberikan multiplier effect, serta dampak sosial yang cukup tinggi, sehingga Pinky Movement berpotensi untuk dilanjutkan dengan penambah sasaran sektor UMKM, yakni sektor industri dan sektor peternakan.

 
Pertamina sendiri memproyeksikan sebanyak 75 persen LPG 3 kilogram di antaranya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, 17 persen UMKM dan sisanya delapan persen digunakan petani dan nelayan.
 
“Kedua sektor ini menempati posisi kedua setelah sektor perdagangan dan kuliner, selain itu memiliki potensi penggunaan LPG dalam menjalankan usaha,” kata Arya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif