Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Lebaran Diprediksi Dorong Konsumsi, Pertumbuhan Ekonomi Bakal Melonjak

Ekonomi hari raya idul fitri daya beli masyarakat pandemi covid-19
Eko Nordiansyah • 17 Mei 2021 13:33
Jakarta: Momen perayaan hari raya Idulfitri diprediksi akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasalnya selama lebaran ini, konsumsi masyarakat mengalami peningkatan sehingga akan berpengaruh terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional.
 
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, kenaikan konsumsi masyarakat ini juga tak lepas dari kelonggaran yang diberikan pemerintah. Saat ini pemerintah membolehkan pusat perbelanjaan tetap buka dengan protokol kesehatan.
 
"Kebijakan pemerintah membuka ruang bagi dunia usaha selama pandemi menyambut Lebaran, saya kira berdampak cukup signifikan terhadap konsumsi yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata dia kepada Medcom.id, Senin, 17 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dibandingkan tahun lalu, Piter menyebut, momen lebaran tahun ini lebih longgar sehingga masyarakat bisa melakukan konsumsi. Terlebih di awal pandemi covid-19 tahun lalu, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat.
 
"Apalagi kita tahu bahwa tahun lalu pemerintah menerapkan PSBB secara cukup ketat, sehingga pertumbuhan ekonomi secara year on year akan cukup besar kenaikannya," ungkap dia.
 
Pemerintah sebelumnya mengaku optimistis bahwa pemulihan ekonomi akan berlanjut tahun ini. Setelah kontraksi pertumbuhan ekonomi turun menjadi 0,74 persen di kuartal I-2021, pertumbuhan ekonomi diprediksi bakal melesat di kuartal II.
 
Pada kuartal I-2021, harga konstan Produk Domestik Bruto Indonesia (PDB) tercatat sebesar Rp2.703,1 triliun atau mendekati level periode sama tahun lalu. Apabila harga ini dibandingkan dengan kuartal II-2020, maka pertumbuhan ekonomi telah 5,62 persen.
 
"Jika PDB harga konstan sama dengan yang dilakukan di kuartal I, maka dia sudah melompat 5,62 persen. Maka pemerintah confidence angka 6,9 atau tujuh persen bisa tercepat di kuartal II," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video conference di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif