Ilustrasi pelaksanaan vaksinasi massal covid-19 - - Foto: dok Kemenkominfo
Ilustrasi pelaksanaan vaksinasi massal covid-19 - - Foto: dok Kemenkominfo

Vaksinasi Gotong Royong Dimulai Setelah Lebaran

Ekonomi Dunia Usaha Kadin Kementerian BUMN Vaksinasi covid-19 Idulfitri 2021 Vaksinasi Mandiri
Annisa ayu artanti • 06 Mei 2021 16:44
Jakarta: Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga meluruskan kabar mengenai jadwal vaksinasi mandiri. Vaksinasi yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini baru akan dimulai setelah Lebaran yakni 17 Mei 2021.
 
"Yang pertama saya luruskan ya, bukan 9 Mei, tapi 17 Mei. Jadi setelah Lebaran baru ada nanti vaksin gotong royong dilakukan," dalam diskusi virtual, Kamis, 6 Mei 2021.
 
Ia menjelaskan prinsip utama dalam penyelenggaraan vaksinasi gotong royong adalah mempercepat pembentukan herd immunity nasional. Selain vaksin gratis bagi seluruh rakyat Indonesia, pengusaha swasta juga ingin berkontribusi dalam mempercepat pembentukan herd immunity tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan vaksin untuk buruh ini mereka (pengusaha) mencoba berkontribusi untuk pemerintah dan negara," ucapnya.
 
Adapun anggaran hingga aktivitas pengadaan vaksin seluruhnya dibebankan kepada perusahaan-perusahaan yang telah mendaftarkan diri. Para pekerja atau buruh dipastikan tidak merogoh dana sedikitpun.

 
"Dananya pembeliannya, pengadaannya vaksinasi itu ditanggung teman-teman swasta.  Dengan cara itu lah mereka berkontribusi bergotong royong," pungkasnya.
 
Sebelumnya, pada 30 April 2021 sebanyak 482.400 vaksin dalam bentuk jadi (vial) dari Sinopharm telah datang di Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta.
 
Sinopharm merupakan salah satu merek vaksin yang akan digunakan untuk program vaksinasi gotong royong. Pemerintah menyatakan vaksinasi Gotong Royong diprioritaskan berdasarkan zonasi prioritas untuk menekan penyebaran covid-19, kemudian berdasarkan perusahaan-perusahaan yang telah mendaftar ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan sektor industri padat karya.
 
"Dan juga tadi arahan Bapak Presiden, pekerja yang memiliki Kitas ataupun Kitap itu juga bisa menggunakan mekanisme vaksin gotong royong," kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif