Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

BI Gorontalo Dukung Pengembangan Teknologi Pertanian Digital

Ekonomi pertanian Bank Indonesia Kementerian Pertanian
Antara • 29 Oktober 2020 10:01
Gorontalo: Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo mendukung pengembangan teknologi pertanian digital guna memaksimalkan pertumbuhan di sektor tersebut. Upaya itu dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan teknologi pertanian digital dan integrated ecofarming UMKM binaan.
 
Kepala KPw BI Gorontalo Budi Widihartanto mengatakan MoU tersebut dilakukan bersama Yayasan Anugerah Nusa Bangsa sebagai pengembang teknologi pertanian digital yang juga menjadi expert pool Bank Indonesia dalam pengembangan Klaster Ketahanan Pangan.
 
"Dapat kami sampaikan bahwa pengembangan teknologi digital farming yang akan dikembangkan di lokasi berupa sistem otomatisasi aktivitas pertanian menggunakan Arduino," ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penerapan teknologi Arduino mampu membaca input dari beragam sensor seperti cahaya, sentuhan, bahkan pesan elektronik dan kemudian dikonversi menjadi output instruksi seperti menyalakan mesin, lampu, dan mengunggah konten secara digital.
 
"Berdasarkan evaluasi yang kami laksanakan kepada UMKM binaan KPwBI Provinsi Gorontalo klaster cabai rawit di Kabupaten Gorontalo sampai dengan triwulan III-2020, saat ini total produktivitas cabai rawit UMKM binaan dari Januari hingga September 2020 sebesar 4,9 ton per ha dibandingkan produksi cabai sampai dengan triwulan III-2019 sebesar 4,26 ton per ha," jelasnya.
 
Budi mengatakan jika berdasarkan Kementerian Pertanian di 2018 bahwa rata-rata nilai produktivitas cabai rawit nasional adalah 3-5 ton per ha, sejalan dengan itu level produktivitas cabai rawit di Gorontalo masih terus dapat ditingkatkan melalui efisiensi pertanian, seperti penerapan teknologi pertanian digital.
 
"Beberapa hal yang perlu dimonitor ke depan dalam rangka menyukseskan program pertanian digital adalah kesiapan lahan, pemilihan lokasi pilot project, ketersediaan sarana dan usaha seperti listrik, jaringan internet, SOP, dan bahkan teknik perawatan fasilitas," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif