Sebuah supermarket di Kuwait mengosongkan produk asal Prancis - - Foto: AFP
Sebuah supermarket di Kuwait mengosongkan produk asal Prancis - - Foto: AFP

Gerakan Boikot Produk Prancis Sementara, Apa Dampaknya Buat RI?

Ekonomi prancis Ekonomi Indonesia Kartun Nabi Muhammad Emmanuel Macron
Eko Nordiansyah • 31 Oktober 2020 14:53
Jakarta: Sejumlah negara mayoritas muslim menyerukan gerakan boikot produk Prancis menyusul pernyataan kontroversial Presiden Emmanuel Macron tentang Islam. Gerakan yang dimulai oleh Turki ini dinilai bisa merembet ke berbagai negara mayoritas muslim lainnya, termasuk Indonesia.
 
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah menyebut gerakan boikot produk Prancis tidak akan banyak berpengaruh kepada Indonesia meskipun ada peluang yang bisa diambil dari kondisi ini.
 
"Produk-produk kita tidak banyak yang bisa menjadi substitusi produknya Prancis. Oleh karena itu, kita tidak punya banyak peluang untuk memanfaatkan gerakan boikot terhadap produk Prancis," katanya kepada Medcom.id, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Piter menambahkan gerakan produk Prancis hanya bersifat sementara dan tidak bertahan dalam jangka waktu lama. Untuk itu, pemerintah semestinya sudah memanfaatkan peluang pasar produk ekspor nasional sebelum terjadinya boikot.
 
"Boikot ini saya perkirakan tidak akan berlangsung lama. Kita tidak bisa memanfaatkan waktu yang sangat pendek karena kita tidak siap. Produk kita belum banyak yang sudah punya pasar global. Kita bertahun-tahun mengandalkan produk komoditas seperti CPO," jelas dia.

 
Di sisi lain, kampanye atau rencana pembangunan industri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sementara euforia kembali ke produk syariah di balik aksi boikot Prancis, diperkirakan tidak akan bertahan lebih dari satu tahun.
 
"Artinya, kita tidak mungkin memanfaatkan peluang yang tercipta dari boikot, karena industri kita tidak siap. Kalau kita mau membangun kembali industri, bangun segera tanpa banyak bicara, dan bukan karena ada boikot produk Prancis," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif