Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan

Garuda Selesaikan Pencairan Dana Obligasi Rp1 Triliun

Ekonomi Garuda Indonesia obligasi
Suci Sedya Utami • 09 Februari 2021 14:33
Jakarta:  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyelesaikan proses pencairan dana hasil penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) sebesar Rp1 triliun dengan tenor tiga tahun.
 
Pencairan dana hasil penerbitan OWK tersebut mengacu pada perjanjian penerbitan OWK pada akhir 2020 yang telah disepakati antara Garuda Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku pelaksana investasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dalam rangka implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
 
"Dana hasil penerbitan OWK sebesar Rp1 triliun yang telah kami selesaikan proses pencairannya pada pertengahan kuartal satu tahun ini, tentunya menjadi momentum tersendiri bagi Garuda Indonesia untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja sejalan dengan kinerja fundamental operasional Perusahaan yang secara konsisten terus menunjukan pertumbuhan yang positif," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi, Selasa, 9 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pencairan dana hasil penerbitan OWK ini telah memperhitungkan kebutuhan modal kerja perusahaan dalam jangka pendek dan menengah dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta aspek compliance terhadap ketentuan Good Corporate Governance (GCG), sehingga penggunaan dana hasil OWK ini dapat berjalan tepat guna sesuai kebutuhan Perusahaan.  
 
Sebagaimana yang telah disepakati bersama stakeholder terkait, dalam hal ini Kementerian BUMN RI dan Kementerian Keuangan RI melalui PT SMI selaku pelaksana investasi, dana yang diperoleh dari penerbitan OWK ini akan digunakan untuk mendukung likuiditas, solvabilitas, serta pembiayaan operasional Perusahaan.
 
Adapun mengacu pada persetujuan penerbitan OWK sebesar maksimum Rp8,5 triliun dengan tenor maksimum tujuh tahun.  
 
Irfan mengatakan dana tersebut akan digunakan secara optimal dalam menunjang kinerja perseroan.
 
Garuda Indonesia Group berhasil membukukan jumlah penumpang lebih dari 1,043 juta, meningkat cukup signifikan dari masa awal pandemi yang hanya dapat mengangkut 30 ribuan penumpang.
 
Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020, Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20 persen dari awal kuartal IV menjadi 24,6 ribu ton angkutan kargo.  
 
Dari aspek pengelolaan biaya produksi perusahaan, Garuda Indonesia juga secara konsisten menerapkan upaya-upaya strategis yang salah satunya melalui negosiasi biaya sewa pesawat, negosiasi dengan pihak ketiga lainnya, serta berbagai optimalisasi biaya penunjang lainnya yang menciptakan penghematan per bulannya mencapai sebesar USD15 juta.
 
“Dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah masa pandemi ini, serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan penerbangan Garuda Indonesia, kami optimistis dana dari hasil penerbitan OWK ini akan dapat menunjang fokus akselerasi kinerja perseroan secara konsisten," tutup Irfan.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif