Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Panca Syurkani
Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Panca Syurkani

Inflasi Februari Masih Rendah, BI Janji Jaga Stabilitas Harga

Ekonomi Inflasi Bank Indonesia
Husen Miftahudin • 02 Maret 2021 10:46
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2021 sebesar 0,10 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,26 persen (mtm).
 
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengungkapkan perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan inflasi kelompok inti dan deflasi kelompok volatile food, di tengah kenaikan inflasi kelompok administered prices. Secara tahunan, inflasi IHK Februari 2021 tercatat 1,38 persen (yoy), menurun dari inflasi bulan lalu sebesar 1,55 persen (yoy).
 
"Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0 persen plus minus satu persen," ujar Erwin dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi BI, Selasa, 2 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun inflasi inti Februari 2021 tercatat 0,11 persen (mtm), menurun dari inflasi Januari 2021 sebesar 0,14 persen (mtm). Penurunan inflasi inti tersebut didorong oleh penurunan inflasi komoditas emas perhiasan, seiring perlambatan inflasi emas global yang berlanjut.
 
Secara tahunan, inflasi inti tercatat tetap rendah sebesar 1,53 persen (yoy), sedikit melambat dari inflasi Januari 2021 sebesar 1,56 persen (yoy). Menurut Erwin, inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi.
 
Dari sisi kelompok volatile food pada Februari 2021 mengalami deflasi 0,01 persen (mtm), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,15 persen (mtm). Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh deflasi komoditas daging dan telur ayam ras.
 
Perlambatan inflasi kelompok volatile food tersebut didorong oleh meningkatnya pasokan domestik dan moderasi kenaikan harga komoditas pangan global, di tengah permintaan domestik yang belum kuat. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 1,52 persen (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,82 persen (yoy).
 
Untuk kelompok administered prices pada Februari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen (mtm), meningkat dari realisasi bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar 0,19 persen (mtm). Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh kenaikan tarif di beberapa ruas jalan tol dan kenaikan tarif angkutan udara beberapa maskapai penerbangan.
 
"Secara tahunan, komponen administered prices inflasi sebesar 0,66 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,34 persen (yoy)," pungkas Erwin. 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif