Pertamina. Foto : Setkab.
Pertamina. Foto : Setkab.

Pertamina Hulu Mahakam Pertahankan Kinerja Produksi di Tengah Pandemi

Ekonomi migas pertamina pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 10 November 2020 21:23
Jakarta: PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam mencatat kinerja produksi minyak dan gas (migas) hingga kuartal ketiga 2020 melampaui target Rencana Program dan Anggaran (Work Program & Budget/WP&B).
 
Hingga akhir September 2020, rata-rata produksi gas Blok Mahakam mencapai 606 mmscfd (wellhead), atau tiga persen dari target WP&B 2020 adalah 590 juta standar kaki kubik (mmscfd). Sedangkan untuk likuid (minyak dan kondensat) produksinya mencapai 29,6 juta barel per hari (bph) atau empat persen lebih tinggi daripada target teknis WP&B 2020 yakni 28,4 juta bph.
 
Capaian ini berkat penambahan produksi dari sejumlah sumur baru yang selesai dibor pada 2019 dan telah mulai berproduksi pada awal tahun ini, serta penerapan berbagai inovasi dalam upaya pemeliharaan sumur-sumur (work over dan well services) yang ada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


General Manager PHM, Agus Amperianto mengatakan bahwa produksi minyak dan gas di WK Mahakam hingga kuartal III-2020 tetap baik, dan sejauh ini tidak terdampak oleh pandemi covid-19.
 
"Kami tetap berjuang dan berdoa agar pandemi ini tidak mempengaruhi kinerja produksi PHM di WK Mahakam, namun ke depan hal yang harus kita cermati dan menjadi keprihatinan bersama adalah dampak penurunan harga minyak mentah dunia terhadap permintaan produksi migas kami,” kata Agus dalam keterangan resmi, Selasa, 10 November 2020.
 
PHM juga membuat berbagai optimasi sehingga berdampak signifikan pada penurunan biaya yang harus dikembalikan oleh Negara kepada kontraktor (cost recovery). Hingga September 2020 nilai optimasi itu mencapai USD303,85 juta.
 
Hal ini merepresentasikan PHM melaksanakan operasi dengan baik meski berada di tengah situasi pandemi covid-19, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja. Dalam hal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mencapai 838 hari kerja atau 70.299.256 manhours tanpa kecelakaan yang mengakibatkan hari kerja atau Lost Time Injury (LTI).
 
Dari sisi pendapatan, bagi hasil untuk Pemerintah RI adalah USD406,64 juta, selisih dua persen dari target WP&B 2020 yakni USD416,97 juta. Hal ini terjadi karena rendahnya harga minyak dan gas dunia akibat pasokan berlimpah dan diperburuk dengan lemahnya permintaan akibat pandemi.
 
Harga minyak mentah dunia telah anjlok dan pernah mencapai USD30 per barel, sebagai akibat dari banjir pasokan di pasar ditambah lemahnya permintaan global sebagai buntut pandemi.
 
Agus berharap dalam situasi lemahnya permintaan ditambah harga minyak mentah dunia yang rendah Pemerintah bersedia memberikan insentif terhadap industri hulu migas demi mengurangi tekanan.
 
Apalagi, sejauh ini meski mengelola wilayah kerja migas yang telah berada pada fase penurunan produksi secara alamiah, PHM senantiasa berusaha keras untuk dapat memberikan kontribusi yang baik bagi penerimaan negara. PHM juga berupaya untuk menghasilkan cost efficiency, melalui berbagai inovasi terutama dalam kegiatan pengeboran dan pemeliharaan sumur.
 
Lebih lanjut pada 2020 PHM menargetkan akan mengebor 79 sumur tajak, dan satu sumur eksplorasi yakni South Peciko. Hingga akhir September 2020 telah dibor sebanyak 63 sumur tajak dan satu sumur eksplorasi.
 
Banyaknya jumlah sumur yang dibor merupakan upaya untuk memaksimalkan cadangan hidrokarbon yang tersedia, karena cadangan dan produksi dari sumur-sumur yang ada sudah semakin marjinal. Sebagai perbandingan, pada 2019 PHM mengebor sebanyak 127 sumur tajak dari target 118 sumur.
 
PHM membuat berbagai inovasi untuk mempersingkat durasi pengeboran dan menghemat biaya. Untuk aktivitas well services, pada 2020 PHM menargetkan 4.178 kegiatan dan telah diselesaikan 3.595 pekerjaan, untuk well workover dari target 69 pekerjaan telah terselesaikan 59 pekerjaan.
 
Sebagai perbandingan, pada 2019 PHM melaksanakan 6.948 pekerjaan pemeliharaan sumur. Dalam hal ini PHM berhasil mengembangkan berbagai teknik, penyelesaian sumur (completion) tanpa menggunakan rig (rigless) yang berhasil menurunkan keseluruhan biaya sumur.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif