Pasien covid-19 di India mengalami kekurangan oksigen. FOTO: AFP
Pasien covid-19 di India mengalami kekurangan oksigen. FOTO: AFP

Melulu Ekonomi saat Covid-19 Mengganas di India

Ekonomi Virus Korona Analisis Ekonomi Ekonomi Indonesia Ekonomi India covid-19
Angga Bratadharma • 03 Mei 2021 13:12
LONJAKAN kasus covid-19 di India sangat mengkhawatirkan. Ritual keagamaan yang diyakini negara Bollywood bakal menyudahi pandemi covid-19 malah menjadi bumerang. Ratusan bahkan hingga ribuan justru terpapar virus mematikan itu. Kini, jumlah kematian akibat virus korona mencapai rekor dan membuat India menjadi sorotan utama dunia.
 
Mengutip CNBC International, Senin, 3 Mei 2021, India membukukan rekor kenaikan harian 401.993 kasus virus korona baru pada Sabtu, 1 Mei. Hal itu terjadi ketika negara itu membuka upaya vaksinasi besar-besaran untuk semua orang dewasa, meskipun beberapa negara bagian memperingatkan tentang adanya kekurangan stok.
 
Ini adalah pertama kalinya jumlah kasus harian India mencapai 400 ribu setelah 10 hari berturut-turut lebih dari 300 ribu. Kematian akibat covid-19 melonjak menjadi 3.523 selama 24 jam terakhir, menjadikan total korban di India menjadi 211.853, menurut data resmi India.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Produsen vaksin covid-19 terbesar di dunia itu memiliki jumlah suntikan yang terbatas. Hal tersebut memperburuk gelombang kedua infeksi yang telah membanjiri rumah sakit dan kamar mayat dengan para keluarga korban berebut untuk mendapatkan obat-obatan dan oksigen yang langka.
 
Bahkan, ratusan orang terlihat mengantre untuk divaksinasi di seluruh Ahmedabad, kota komersial utama di negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi, Gujarat. Negara bagian Odisha timur India menyatakan pihaknya telah menerima kiriman 150 ribu suntikan tetapi kemungkinan hanya beberapa orang mendapatkan suntikan karena ada pembatasan.
 
Melulu Ekonomi saat Covid-19 Mengganas di India
 
Beberapa ahli menyalahkan pertemuan keagamaan massal dan demonstrasi politik sebagai penyebab parahnya gelombang kedua covid-19 di India, yang membuat pemerintah tidak siap. Tentu gelombang kedua tersebut sangat memilukan dan diharapkan bisa segera berhenti dengan berbagai macam upaya.
 
"Sebuah forum penasihat ilmiah yang dibentuk oleh Pemerintahan Modi memperingatkan para pejabat India pada awal Maret tentang varian baru dan lebih menular dari virus korona yang terjadi di negara itu," kata lima ilmuwan yang merupakan bagian dari forum itu.
 
Terlepas dari peringatan tersebut, empat ilmuwan mengatakan Pemerintah India tidak berusaha untuk memberlakukan pembatasan besar untuk menahan penyebaran virus. Pasalnya, jutaan menghadiri pertemuan ritual keagamaan dan rapat umum pemilihan yang diadakan oleh Modi, pemimpin Partai Bharatiya Janata yang berkuasa dan politisi oposisi.
 
Jumlah total kasus covid-19 di India telah mencapai 19 juta. Ketika gelombang kedua mulai menghantam, India telah menambahkan sekitar 7,7 juta kasus sejak akhir Februari, menurut penghitungan Reuters. Kondisi itu membuat sejumlah negara memperketat pengawasan di perbatasan terutama mereka yang berasal atau dari India.
 
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, misalnya, telah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan baru di India. Biden melarang sebagian besar warga negara non-AS memasuki Amerika Serikat.
 
 
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif