Hari Kartini. Foto: Medcom.id.
Hari Kartini. Foto: Medcom.id.

Konsumen 'Kartini', Sang Ratu Penentu

Ekonomi Hari Kartini Konsumen Analisis Ekonomi
Medcom • 21 April 2021 11:56
PADA Maret 2020, media bisnis terkemuka Forbes menyatakan ada dua kekuatan yang secara pararel merubah bentuk pasar konsumen: teknologi dan perempuan.
 
Kekuatan teknologi dalam mengubah struktur dan perilaku pasar telah banyak dibicarakan. Berkembangnya para unicorn bernilai miliaran dolar dalam bentuk lokapasar (marketplace) dan bisnis digital lain telah menjadi perhatian semua pihak. Namun tampaknya hal tentang konsumen perempuan belum banyak dibahas.
 
Dalam beberapa dekade terakhir konsumen perempuan merupakan wajah kebangkitan ekonomi yang tidak terbantahkan. Hal tersebut didorong oleh dua revolusi besar sekitar 50 tahun lalu: meningkatnya pendidikan anak dan remaja perempuan, serta meningkatnya peranan perempuan dalam lapangan kerja berbayar (paid labor force).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa yang mulai berkembang pada 1970an-1980an telah menunjukkan dampaknya pada perekonomian dalam satu dua dekade terakhir.
 
Sebelum covid, perempuan telah menjadi -apa yang disebut Forbes sebagai world most powerful consumers. Dan sifat dan sikap "para konsumen Kartini" yang khas benar-benar telah mengubah pola pemasaran, penjualan, dan customer engagement di seluruh dunia.
 
Kita pun mengenal istilah "the power of 'emak-emak' yang menggambarkan kekuatan hebat kaum perempuan dalam berbagai bidang. Semakin jelas bahwa 'para Kartono' sudah tidak lagi menjadi penentu dominan dalam pasar. Perempuan memang 'kompas' perubahan, meski kadang tidak disadari. Ketika konsumen perempuan lebih pilih-pilih dalam membeli barang dari perusahaan yang dinilainya baik bagi keluarga dan lingkungan, maka pilihan itu diikuti oleh kelompok konsumen lain.
 
Apa yang selama ini dikenal hanya "lazim" dilakukan perempuan, seperti belanja kebutuhan sehari-hari, bahan makanan, mencuci, dan menyetrika baju, dan sebagainya, sekarang juga dilakukan oleh pria dan anak-anak, tetapi tetap dengan mengacu pada panduan yang diberikan oleh ahlinya: istri atau ibu mereka.
 
Perempuan adalah juga the original social networker. Media sosial yang hidup dari jaringan hubungan sosial antarmanusia akan mendapati perempuan sebagai pegiat utamanya. Dan ketika bisnis menggunakan media sosial, atau diperluas dengan niaga-elektronik (e-commerce), maka perempuan adalah pelaku naturalnya.
 
Lebih dari itu, perempuan juga yang secara aktif memberi dan menyebarkan pengaruh dalam pengambilan keputusan. Boleh lah disebut perempuan adalah penemu sekaligus pelaku awal penyebaran informasi dari mulut ke mulut (words of mouth). Pembicaraan antartetangga, nasehat ibu kepada anaknya, pengaruh istri kepada suaminya, adalah bentuk-bentuk kerja influencer dan endorsement alami, dan hal itu pun berlaku dalam bisnis dan jual beli.
 
Meskipun peran perempuan dalam pasar konsumen sangat nyata, tetapi model bisnis sering kali dibentuk dalam format yang maskulin. Untungnya hal itu kemudian dipandang sebagai peluang oleh para pemasar kreatif. Pasar perempuan segera menjadi sasaran, dan ternyata hasilnya menggembirakan. Pendapatan dari segmen pasar ini meningkat lebih tinggi, model-model pemasaran sensitif gender kemudian menjadi alternatif yang disenangi.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif