Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Disiplin Kesehatan Bangkitkan Ekonomi

Ekonomi Virus Korona Analisis Ekonomi
Angga Bratadharma • 11 Agustus 2020 14:49
VAKSIN covid-19 menjadi salah satu kunci untuk mematikan virus itu di muka bumi, terlebih pandemi yang terjadi akibat virus tersebut terus menekan perekonomian. Untuk Indonesia, tekanan sudah terlihat di kuartal II-2020 dengan terjadi pelemahan cukup dalam yakni minus 5,32 persen secara tahun ke tahun.
 
Namun, penemuan vaksin bukan satu-satunya cara untuk membumihanguskan covid-19. Ada cara lain, misalnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan. Disiplin menjadi penting agar mematikan penyebaran virus mematikan itu. Apalagi, virus dengan nama lain korona itu tidak hanya menyerang kesehatan melainkan juga perekonomian.
 
Meski tidak ditampik, berita tentang uji coba vaksin covid-19 menjadi angin segar bagi perekonomian, termasuk di Indonesia. Adapun uji klinis tahap tiga vaksin covid-19 dimulai hari ini, Selasa, 11 Agustus 2020. Uji klinis digelar di Rumah Sakit Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita ada pemeriksaan kesehatan dulu," kata juru bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran (FK) Unpad Rodman Tarigan.
 
FK Unpad akan memeriksa kesehatan para relawan sebelum penyuntikan vaksin. Mulai dari pemeriksaan fisik, riwayat penyakit, hingga wawancara dengan dokter ahli. Setelah relawan dinyatakan bisa berpartisipasi, tim riset akan menyuntikkan vaksin SARS Cov-2 atau plasebo berupa water for injection.
 
Penyuntikan vaksin dilakukan Jumat, 14 Agustus 2020 atau tiga hari setelah pemeriksaan kesehatan. Kemudian, relawan akan kembali mendapat suntikan yang sama 14 hari kemudian. Selanjutnya, tim riset akan mengambil sampel darah para relawan. Tercatat, 1.020 orang terdaftar sebagai relawan vaksin covid-19. Satu di antaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
 
Uji klinis berlangsung selama enam bulan. Vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal pada 2021 bila uji klinis berhasil. Meski demikian, masyarakat diminta terus mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun demi memutus rantai penularan covid-19 sambil menunggu vaksin.
 
Tidak ditampik, vaksin memang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah guna menghentikan penyebaran covid-19. Hal itu yang membuat Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyaksikan langsung proses uji klinis vaksin covid-19 yang dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjajaran (RSP Unpad), Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Disiplin Kesehatan Bangkitkan Ekonomi
 
"Rencananya ada Pak RI 1 (Presiden Jokowi) datang langsung," ujar Pakar Mikrobiologi Klinik FK Unpad Surnayati Sudigdoadi.
 
Berdasarkan jadwal, Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan uji vaksin covid-19 di RSP Unpad, sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa, 11 Agustus. Setelah itu, Presiden melanjutkan kunjungan ke PT Bio Farma yang akan menjadi tempat produksi vaksin jika uji klinis berhasil.
 
Sebelumnya, ada lima tahapan kunjungan atau visit yang dilakukan terhadap subjek dalam pengujian vaksin. Penelitian dimulai dari visit 0 yakni wawancara, hingga visit 4 yang merupakan pemeriksaan sampel darah subjek guna melihat pembentukan antibodi usai mendapatkan dua kali suntikan placebo.
 
Lewati Badai Pandemi
 
Pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) terus berupaya keras melewati badai pandemi dengan menangani sisi kesehatan dan perekonomian secara bersamaan. KPCPEN memiliki tiga fokus utama untuk menghentikan penyebaran covid-19 yakni program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.
 
"Yang kami tanamkan sekarang ini adalah kesehatan pulih, ekonomi bangkit," ujar Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir.
 
Terlepas dari stimulus sebesar Rp695 triliun yang sudah diberikan, tambah Erick, kementerian, lembaga dan pemerintah daerah memiliki mata anggaran yang jika tidak produktif dan efektif bisa direlokasi untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi.
 
Erick menyebut keterlibatan Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Polri tak lepas guna mendorong percepatan penyerapan anggaran. Oleh karenanya, Erick mengimbau agar masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan, karena bila kesehatan tidak pulih maka akan sulit ekonomi bangkit.
 
Disiplin protokol kesehatan teramat penting sebab Indonesia berpotensi masuk dalam jurang resesi apabila pertumbuhan ekonominya kembali negatif pada kuartal ketiga, setelah di kuartal kedua lalu mengalami kontraksi pertumbuhan minus 5,32 persen.
 
Erick menegaskan pemerintah telah meminta agar semua pihak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab sebesar apapun anggaran yang dikeluarkan oleh negara tidak akan cukup apabila masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dirinya sendiri.
 
Lebih lanjut, pemerintah juga berupaya untuk mendorong percepatan pengembangan dan produksi vaksin covid-19. Kementerian BUMN melalui PT Bio Farma pun telah bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan asal Tiongkok. Pengembangan tersebut masuk dalam tahap uji coba fase ketiga.
 
Saat ini Bio Farma telah memproduksi 100 juta dosis vaksin. Di akhir tahun akan bertambah menjadi 250 juta vaksin sehingga diharapkan di tahun depan sudah bisa digunakan oleh masyarakat.
 
Investment Grade
 
Di sisi lain, Indonesia patut bersyukur. Pasalnya, perekonomian yang terhantam covid-19 tidak separah negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS) yang minus 32,9 persen di kuartal II-2020. Hal itu yang membuat pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB (Investment Grade) dengan outlook stabil pada 10 Agustus 2020.
 
Menurut pandangan Fitch, terdapat beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi peringkat RI tersebut. Adapun faktor kunci tersebut ialah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah.
 
Meski demikian, Fitch menggarisbawahi tantangan yang dihadapi, yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta sisi struktural seperti indikator tata kelola dan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara berkembang (peer country).
 
Disiplin Kesehatan Bangkitkan Ekonomi
 
Gubernur BI Perry Warjiyo angkat bicara terkait afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil. Menurutnya hal itu merupakan bentuk pengakuan Fitch atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga di tengah pandemi covid-19 yang menekan perekonomian global.
 
Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah. Ke depan, lanjutnya, BI terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
 
"Serta terus bersinergi dengan pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry.
 
Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan baik di sisi fiskal, moneter, maupun sistem keuangan secara berhati-hati dan terukur untuk mengatasi dampak covid-19 terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Dalam kaitan ini, berbagai indikator menunjukkan stabilitas makroekonomi masih terjaga sehingga turut mendukung ketahanan ekonomi nasional.
 
Stabilitas makroekonomi yang masih terjaga itu tercermin dalam inflasi yang pada Juli 2020 tercatat 1,54 persen (yoy) dan diperkirakan akan berada dalam kisaran sasaran inflasi tiga persen plus minus satu persen untuk keseluruhan 2020. Lalu, prakiraan defisit transaksi berjalan kuartal II-2020 tetap rendah dan investasi portofolio asing kembali mencatat net inflows.
 
Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah secara point to point menguat 14,4 persen pada kuartal II-2020. Cadangan devisa pada akhir Juli 2020 meningkat menjadi USD135,1 miliar atau setara dengan pembiayaan 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
 
Jangan Abai Protokol Kesehatan
 
Masyarakat diminta memperketat protokol kesehatan dalam pelaksanaan kebiasaan baru. Warga tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan di tengah masa transisi pandemi covid-19. "Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat sulit untuk bisa mencegah penyebaran covid-19," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.
 
Pernyataan tersebut merespons peningkatan jumlah positif secara nasional dan DKI Jakarta. Ia meyakini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat meningkatkan agresivitas tes untuk memutus rantai penyebaran covid-19 dengan fasilitas kesehatan yang memadai.
 
"Tetapi tanpa kedisiplinan menjalani protokol kesehatan dari warga, agresivitas tes covid-19 yang dilakukan selalu menghasilkan bertambahnya jumlah positif covid-19," kata Rerie.
 
Ketidakdisiplinan masyarakat juga berimbas terhadap peta sebaran positif covid-19 yang dihasilkan dari hasil tes dengan berbagai metode. Tes yang dilakukan secara agresif di sejumlah wilayah itu akan sia-sia. "Pengendalian penyebaran virus (sia-sia) bila warga tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada," kata dia.
 
Harus dipahami disiplin protokol kesehatan virus korona (covid-19) diyakini mendorong perekonomian di tengah pandemi. Pemulihan kesehatan dan perekonomian harus berjalan beriringan. "Tanpa adanya disiplin protokol kesehatan, akan susah kita mengembalikan aktivitas ekonomi," kata Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin.
 
Budi mengatakan pemerintah fokus pada masalah kesehatan. Salah satunya memastikan masyarakat aman beraktivitas. Budi mengutip istilah Presiden Joko Widodo soal irama 'gas' dan 'rem' penanganan kesehatan dan ekonomi. Dia menyebut beraktivitas tanpa menerapkan protokol kesehatan kurang ideal.
 
"Sama saja gasnya terlalu besar (sehingga) kita mesti mundur jauh ke belakang," ujar Wakil Menteri BUMN itu.
 
Pemerintah, kata Budi, tidak bisa menyeimbangkan 'gas' dan 'rem' sendiri. Masyarakat diajak berpartisipasi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Tolong kita disiplin bersama. Kalau kita terus lockdown, tidak akan tahan ruang fiskal kita. Perlu bersama bangkitkan rasa aman," pungkas Budi.
 
(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif