• Card 1 of 30
Nasional

Arah Koalisi Demokrat Bakal Diputuskan Majelis Tinggi

M Sholahadhin Azhar    •    11 Maret 2018 15:37

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Foto: MI/Ramdani Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Foto: MI/Ramdani

Bogor: Partai Demokrat tak akan membicarakan soal arah dukungan atau koalisi terkait Pemilu 2019 dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Topik soal koalisi bakal dibahas di Majelis Tinggi partai. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, pada Rapimnas Partai Demokrat kali ini hanya membahas tentang persiapan menyongsong tahun politik 2019 bagi kadernya. Hajatan akbar itu tak akan menentukan arah dukungan atau koalisi partai tersebut.

"Nanti, hal itu (koalisi) akan dibahas di Majelis Tinggi partai," kata Syarief di Sentul, Jawa Barat, Minggu, 11 Maret 2018.

Ia menyebut partainya tak terburu-buru menentukan arah. Sebab, proses Pilpres dianggap masih panjang, masih ada waktu empat atau lima bukan ke depan. Prinsipnya, Demokrat sangat terbuka untuk berkoalisi.

Baca: Andi Mallarangeng Sebut Demokrat Ideal Bentuk Poros Ketiga

"Sangat terbuka. Bagaimana agar kepentingan rakyat bisa kita akomodir," imbuh Syarief.

Dalam kesempatan itu, Syarief juga menyebut, Demokrat tidak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan koalisi pendukung Joko Widodo. Namun, ia enggan berkomentar lebih jauh masalah tersebut, sebab, semuanya masih dirumusukan dan akan ditentukan oleh Majelis Tinggi.

"Kita terbuka untuk berkoalisi ke Jokowi tapi tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan yang lain. Belum diputuskan dan tidak dibahas di Rapimnas ini," katanya.

Baca: Jokowi: Saya Seorang Demokrat

Terpisah, politisi Demokrat Andi Mallaranggeng menyebut partainya sedang melihat berbagai kesempatan buat berkoalisi. Demokrat dikatakan tak akan terburu-buru, sebab masih ada beberapa bulan dari waktu pencalonan.

"Yang jelas Pak SBY sudah katakan, Partai Demokrat akan mengusung Capres dan Cawapres. Siapa itu, kita belum tahu. Kita masih membuka kemungkinan-kemungkinan yang ada," katanya.

Ada prasyarat koalisi tersendiri dari Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni visi misi, kesamaan platform dan kepercayaan. Andi menyebut partainya siap bekerjasama, asalkan ketiga syarat dipenuhi. 

Baca: SBY: Jika Allah Takdirkan, Demokrat Senang Berjuang Bersama Jokowi

"Kami partai tengah, siap bekerja sama dengan parpol-parpol. Termasuk seperti yang dibilang Pak SBY, jika ditakdirkan Allah bisa bekerja sama dengan Pak Jokowi. Tapi kita lihat apakah ketiga syarat itu bisa dipenuhi atau tidak," kata Andi.