• Card 1 of 30
Nasional

Demokrat tak Sepakat Ada Poros Partai Islam di 2019

Whisnu Mardiansyah    •    08 Maret 2018 12:27

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf - MI/Susanto. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf - MI/Susanto.

Jakarta: Partai Demokrat tak sepakat dengan wacana pembentukan poros partai Islam di Pilpres 2019. Pembentukan itu dikhawatirkan justru menciptakan polarisasi di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyadari, meski mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, namun dalam politik tidak bisa dikotak-kotakan antara yang Islam dan non-Islam. 

"Saya kira enggak ada sebetulnya. Itu yang saya kurang cocok kalau sekarang kemudian dimunculkan Islam dan non-Islam," kata Nurhayati di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Maret 2018.

Anggota Komisi I DPR itu mengatakan kesepakatan keberagaman di Tanah Air sudah final. Sehingga, jangan dikaitkan poros politik diidentikan dengan sentimen berbau agama.

"Saya ingatkan kita juga punya Partai Damai Sejahtera, Parkindo, dan itu terbuka. Kalau kemudian sekarang muncul ini jangan sampai kembali lagi Islam dan non-Islam, itu yang tidak boleh," jelas dia.

Ia menghormati rencana partai-partai berbasis Islam membentuk koalisi. Namun, sebaiknya bergabungnya partai-partai tersebut tidak diidentikkan dengan sentimen agama tertentu. Lebih baik disebut sebagai poros ketiga ketimbang poros Islam. 

"PKB dan di PAN pun tidak semua orang Islam. Kita sangat plural, jangan lagi misalnya kebetulan PAN, PKB, dan PKS yang ini kemudian disebut poros Islam," kata dia. 

(Baca juga: PKB Buka Peluang Koalisi Partai Islam di 2019)