• Card 1 of 30
Nasional

Bawaslu Selidiki Dugaan Pelanggaran di Deklarasi Kampanye Damai

Dheri Agriesta    •    25 September 2018 01:07

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja. Foto: MI/Mohamad Irfan. Anggota Bawaslu Rahmat Bagja. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Jakarta: Bawaslu DKI Jakarta sedang menyelidiki dugaan pelanggaran dalam deklarasi kampanye damai di Monumen Nasional, kemarin. Kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja, sejauh ini ada beberapa dugaan pelanggaran yang ditemukan.

"Ada dugaan, tapi kami belum bisa mengungkapkan sekarang," kata Bagja di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 24 September 2018. 

Bagja mencontohkan salah satu dugaan adalah jumlah alat peraga yang tak seimbang di antara dua pasangan calon. Padahal, KPU dan partai politik telah sepakat untuk tak membawa atribut kampanye. 

Baca juga: SBY Walk Out dari Kampanye Damai

Atribut kampanye disediakan oleh KPU di lokasi acara. Namun, di lokasi acara terdapat beberapa pihak yang membawa atribut lain. 

"Apakah dibiarkan atau tidak? Karena pada saat itu kan teman-teman KPU lagi ngurus persoalan panggung, mungkin terlupa persoalan di area KPU yang harus dijaga. Karena masuknya agak susah. Pemeriksaan paspampres, tiba-tiba ada yang nongol masuk dan membawa atribut sendiri itu jadi masalah," kata Bagja.

Selain itu terdapat dugaan adanya jumlah massa pendukung yang tak seimbang antara pasangan calon. Bagja menyebut Bawaslu DKI juga mendalami dugaan ini.

Baca juga: Jokowi-Ma'ruf Utamakan Kampanye Damai

Bawaslu DKI akan melihat kesepakatan antara partai politik dan KPU. Selain itu, Bawaslu DKI juga melihat jumlah massa pendukung dua pasangan calon yang hadir saat itu. 

Penyelidikan yang dilakukan Bawaslu DKI Jakarta memiliki tenggat waktu selama tujuh hari. Bagja berharap penyelidikan bisa selesai lebih cepat. 

"(Kalau terbukti) Ya akan ada sanksi kepada penyelenggara, khususnya KPU," kata Bagja.