• Card 1 of 30
Nasional

Wiranto Optimistis Tingkat Kerawanan Mereda Jelang Pemilu

Lukman Diah Sari    •    24 September 2018 23:16

Menteri Koordinasi bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto (tengah). Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari. Menteri Koordinasi bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto (tengah). Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari.

Jakarta: Menteri Koordinasi bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan indeks kerawanan pemilu (IKP) mampu memetakan wilayah yang rentan konflik pada penyelenggaraan Pemilu 2019. Indeks buatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu memetakan kerawanan wilayah dengan kriteria tertentu. 

"Nanti masing-masing melihat antisipasi kerawanan tiap daerah. Kita berkoordinasi dan diuji lagi. Nanti jelang pemilu diharapkan sudah ternetralisir. Ini sudah dilakukan," kata Wiranto di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 24 September 2018. 

Jauh sebelum Pemilu 2019 berproses, jelas Wiranto, Bawaslu telah menyusun IKP berikut indikator kerawanan. Dari IKP tersebut, Polri, TNI, Kemenkopolhukam, Kemendagri, KPU, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) akan mengindentifikasi kerawanan secara lebih lanjut.

"Bawaslu paparkan ke kita, kemudian bersama-sama menetralisir kerawanan itu. Diharap saat pemilu, indeks menurun," imbuhnya.

Baca juga: Konsistensi Kampanye Damai

Dia menerangkan, kerawanan pada IKP masuk dalam indikator aktivitas masyarakat dan kontestan. Wiranto mencontohkan, kerawanan di Papua berbeda dengan kerawanan di Aceh, begitu pula di Pulau Jawa. 

"Kerawanan itu sudah diidentifikasi kalkulasi dan dinetralisir enam bulan sebelum pemilu, sudah kita tekan supaya tidak terjadi," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya sudah mengajak masyarakat serta peserta Pemilu 2019 untuk mematuhi aturan yang berlaku. Masyarakat diminta menggunakan hak politiknya.

"Hindari money politics dan menggunakan politik identitas. Jangan sampai mengunakan politik identitas suku, agama, ras, kehidupan sosial kita untuk berkampanye. Supaya persatuan kita sebagai bangsa bisa kita jaga sebaik-baiknya," tuturnya. 

Wiranto juga mengingatkan agar media sosial tak digunakan sebagai tempat kampanye negatif seperti hoaks dan fitnah. "Memang suhu politik meningkat, tapi enggak sampai mendidih. Kita harap masyarakat mengahadapi pemilu tak ada ketegangan tapi kegembiraan, bukan merasa ancaman. Kan pesta gembira. Saya kira semua beres-beres saja," tandasnya.