• Card 1 of 30
Nasional

Caleg Harus Setia pada Pancasila dan NKRI

Ilham wibowo    •    13 Maret 2018 16:16

Ilustrasi. Medcom.id/Rizal Ilustrasi. Medcom.id/Rizal

Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan keleluasaan bagi partai politik merekrut calon legislator (caleg) dari semua  kalangan termasuk kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). Namun, sejumlah persyaratan umum mesti dipenuhi.
 
Ketua KPU Arif Budiman mengatakan, syarat yang wajib dipenuhi sesuai undang-undang Pemilu Tahun 2017 Pasal 240 . Salah satu poin yang menjadi syarat utama adalah setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
 
"Bagi KPU ukurannya jelas dalam undang-undang, itu saja syaratnya," kata Arif di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.
 
Selain umur dan tingkat pendidikan, bakal Caleg juga perlu menjadi anggota partai politik peserta Pemilu 2019. Selain itu, caleg mesti bebas dari catatan hukum serta sehat jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Baca: Bawaslu tak Persoalkan Caleg dari HTI dan FPI

Menurut Arif, seluruh caleg akan diverifikasi secara ketat sebelum proses kampanye dan pemilihan.
 
"Pokoknya bagi KPU syaratnya terpenuhi, latar belakang itu bukan menjadi salah satu syarat. Harus organisasi ini, organisasi itu, enggak ada," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bengkulu mulai merekrut calon legislator setelah ditetapkan menjadi salah satu parpol peserta Pemilu 2019. Calon legislator yang direkrut termasuk dari kalangan eks kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI).
 
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PBB Provinsi Bengkulu, Mohc Inroji, menyebutkan parpol membuka kesempatan untuk masyarakat yang ingin menjadi legislator melalui PBB. Termasuk dari organisasi kemasyarakatan. 
 
"Kader-kader organisasi masyarakat ini yang ingin mengabdikan diri di parlemen, akan maju lewat PBB," ujar Inroji.