• Card 24 of 30
Rona

Kekurangan atau Kelebihan Tidur Beri Efek Buruk pada Tubuh

Sri Yanti Nainggolan    •    15 Juni 2018 10:19

Ilustrasi (Foto: Shutterstock) Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Tidur adalah hal krusial untuk kesehatan. Kelebihan atau kekurangan istirahat dapat memberi efek buruk pada tubuh. 

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health menemukan bahwa tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menyebabkan berbagai kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi atau peningkatan kadar kolesterol.

Para peneliti dari Seoul National University College of Medicine, menganalisa data dari 133.608 pria dan wanita Korea yang berusia antara 40 dan 69 tahun. Informasi ini awalnya dikumpulkan sebagai bagian dari studi HEXA (The Health Examinees), yang mengumpulkan data selama sembilan tahun dari tahun 2004.

Sebanyak 44.930 pria dan 88.678 wanita ditempatkan dalam empat kategori tidur: kurang dari enam jam tidur, antara enam dan delapan jam tidur, antara delapan dan sepuluh jam tidur, serta lebih dari sepuluh jam tidur.

Hasil penelitian menyatakan bahwa pria yang tidur kurang dari enam jam semalam lebih mungkin terkena sindrom metabolik dibandingkan mereka yang berhasil tidur selama delapan jam.

Sindrom metabolik mengacu pada sejumlah kondisi, seperti peningkatan kadar gula darah, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan lemak tambahan di sekitar area pinggang.

Selain itu, pria maupun wanita yang secara teratur memiliki kurang dari enam jam tidur juga memiliki peluang lebih besar untuk memiliki lingkar pinggang yang lebih besar.

Sementara, penelitian tersebut juga menemukan bahwa tidur lebih dari 10 jam juga tak baik untuk kesehatan. 

Baik pria maupun wanita dalam kategori tertentu juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan sindrom metabolik, sementara wanita lebih mungkin memiliki kelebihan lemak di sekitar pinggang.

"Ini adalah penelitian terbesar yang memeriksa hubungan dosis-respons antara durasi tidur dan sindrom metabolik dan komponennya secara terpisah untuk pria dan wanita," kata Claire E. Kim, penulis utama studi ini.

"Kami mengamati perbedaan gender potensial antara durasi tidur dan sindrom metabolik, dengan hubungan antara sindrom metabolik dan tidur panjang pada wanita dan sindrom metabolik dan tidur pendek pada pria."

Para penulis penelitian telah mencatat bahwa penelitian mereka semata-mata pengamatan dan karena itu tidak dapat menarik kesimpulan pasti tentang sebab dan akibat.